Kisah Pemulung Mengais Rejeki di TPA Paritenam, Ada yang 11 Tahun Jadi Pemulung

Sebetulnya sampahnya yang semakin meningkat, dan saya bersyukur bisa membantu suami dalam ekonomi

Kisah Pemulung  Mengais Rejeki di TPA Paritenam, Ada yang 11 Tahun Jadi Pemulung
bangkapos/Yuranda
Pemulung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) parit enam Kota Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Mawar (34) dengan lincah dan gesit serta memilih sampah yang hendak diambilnya di TPA Parit Enam, Pangkalpinang.

Wanita yang susah hampir 11 tahun berprofesi sebagai pemulung, tidak menghiraukan bau yang menyengat dan banyak lalat ini.

Sesekali ia mengusap keringat didahinya dengan tangan karena cuaca matahari pukul 13.00 WIB.

Kemudian melanjutkan kembali pekerjaannya.

Kondisi tempat pembuangan akhir (TPA) parit enam.
Kondisi tempat pembuangan akhir (TPA) parit enam. (bangkapos/Yuranda.)

Ia sangat bersyukur dengan pekerjaan yang dilakukannya sekarang dapat mencukupi dan membantui suaminya, untuk mencari nafkah keluarganya.

"Alhamdulillah lumayan mas, beberapa hari ini hasil kami mengambil barang bekas di sini (Parit enam) cukup banyak.

Sebetulnya sampahnya yang semakin meningkat, dan saya bersyukur bisa membantu suami dalam ekonomi " ucap Mawar kepada bangkapos.com, Kamis (21/2/2019).

Dia menyebutkan, sehari rata-rata penghasilan yang didapatnya dari mengambil barang sisa pakai Rp 50 ribu. Barang-barang tersebut di hargai Rp 150 ribu.

Harga tersebut jika barang tidak dipilih atau dikelompokkan menurut jenisnya. Kalau misalkan dipisah nilainya semakin bertambah.

Senada dengan Mawar, Siti (50) pemulung lainnya mengatakan, untuk penghasilan tidak menentu dikarenakan kaleng dan botol bekas ini sangat ringan juga harganya tidak seberapa.

"untuk penghasilan tidak menentu kadang mendapatkan Rp 30 ribu,  ada juga lebih dari itu. Kaleng dan botol ini kan ringan dan juga harganya tidak seberapa" kata Siti .

Siti melanjutkan untuk aroma di sekitar sampah sudah bersahabat dengannya sehingga tidak tercium lagi.

Untuk menjaga kesehatannya ia cuci tangan dengan sabun hingga bersih minimal tiga kali.

"kalau menjaga agar tetap sehat setelah mulung ibu, cuci tangan hingga tiga kali sebelum makan cuci lagi sehingga bersih supaya bakteri di tangan hilang atau mati" pungkasnya.
(bangkapos/Yuranda)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved