Kesehatan

Awas, Orang yang Sering Marah-marah Berumur Lebih Pendek, Ini 4 Penjelasan Ilmiahnya

Para ilmuwan menemukan bahwa orang yang sering marah-marah berumur lebih pendek dibanding orang-orang yang jarang marah

Awas, Orang yang Sering Marah-marah Berumur Lebih Pendek, Ini 4 Penjelasan Ilmiahnya
bisfren.com
ilustrasi marah 

Yang lain mencoba bernapas dalam-dalam.

Gunakan keterampilan komunikasi yang tegas.

3. Kerusakan Sistem Kekebalan Tubuh

Sakit dan lelah membuat Anda sakit dan lelah.

Kemarahan sebenarnya melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda.

Jika Anda terus-menerus marah, Anda mungkin merasa lebih sering sakit.

Dalam satu penelitian, para ilmuwan Universitas Harvard menemukan bahwa pada orang sehat, hanya mengingat pengalaman marah dari masa lalu mereka menyebabkan penurunan enam jam pada tingkat antibodi imunoglobulin A, garis pertahanan pertama sel terhadap infeksi.

Jika Anda seseorang yang terbiasa marah, lindungi sistem kekebalan tubuh Anda dengan beristirahat.

Orang yang marah sering dikaitkan dengan mereka yang tidak mendapatkan tidur malam yang memuaskan.

Kemudian, komunikasi yang asertif, pemecahan masalah yang efektif, menggunakan humor, atau merestrukturisasi pikiran Anda adalah cara yang baik untuk membalikkan kerutan yang terbalik.

4. Kematian dini

Kemarahan bisa mempersingkat hidup Anda.

Benarkah orang bahagia hidup lebih lama?

“Stres sangat erat kaitannya dengan kesehatan umum. Jika Anda stres dan marah, Anda akan mempersingkat masa hidup Anda,” kata Fristad.

Sebuah studi Universitas Michigan yang dilakukan selama periode 17 tahun menemukan bahwa pasangan yang menahan amarah mereka memiliki rentang hidup yang lebih pendek daripada mereka yang siap mengatakan ketika mereka marah.

Jika Anda bukan seseorang yang nyaman menunjukkan emosi negatif, maka bekerja dengan terapis atau berlatih sendiri untuk menjadi lebih ekspresif.

Beberapa cara yang dapat membantu kemarahan adalah dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada diri sendiri:

1. "Apakah ini akan benar-benar penting satu tahun dari sekarang?"

2. "Sudahkah saya mencoba menyampaikan maksud saya terlebih dahulu?"

3. "Mengapa saya selalu merasa seperti ini? Apakah ini benar-benar saya?"

4. "Siapa yang bisa saya ajak bicatra tentang ini?"

(Tribunnews.com/Fitrana Andriyani)

Editor: tidakada016
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved