Luar Biasa, Akses Jamban Sehat di Bangka Barat Sudah Capai 91,5 Persen

Geliat reformasi pembangunan sanitasi di Kabupaten Bangka Barat (Babar) semakin menunjukan perkembangan progresif

Luar Biasa, Akses Jamban Sehat di Bangka Barat Sudah Capai 91,5 Persen
Ist/Humas Pemkab Bangka Barat
Bupati Bangka Barat, Markus SH. 

BANGKAPOS.COM - Geliat reformasi pembangunan sanitasi di Kabupaten Bangka Barat (Babar) semakin menunjukan perkembangan progresif.

Teranyar, data Dinas Kesehatan Bangka Barat menyebutkan, akses jamban sehat di daerah itu secara keseluruhan sudah mencapai angka 91,05 persen.

Ini merupakan usaha Pemda Bangka Barat dibantu Dinas Kesehatan setempat menggalakan masyarakat untuk hidup sehat, sejalan dengan Kementerian Kesehatan yang telah meluncurkan strategi nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Sekretaris Dinkes Bangka Barat dr. Hendra menerangkan, dari total 64 desa/kelurahan se-Bangka Barat, sampai saat ini sudah 13 dikukuhkan sebagai desa Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS) sementara sisanya akan segera kita deklarasikan.

"Saat ini sudah ada 13 desa di Bangka Barat dengan akses 100 persen bebas perilaku BABS. Sementara desa lain warganya sudah memiliki akses sanitasi layak 80 hingga 99 persen. Tapi secara keseluruhan, akses jamban sehat di Babar sudah sangat baik bahkan mencapai 91,05 persen," jelas dokter Hendra di Muntok, Selasa (3/9) siang.

Menurut dokter Hendra, saat ini ada beberapa desa yang sudah siap deklarasi ODF tapi masih terkendala anggaran deklarasi yang belum ada.

Sekdinkes Bangka Barat, dr. Hendra
Sekdinkes Bangka Barat, dr. Hendra (Ist/Humas Pemkab Bangka Barat)

"Karena itu saya akan bicara dengan Bupati Markus agar deklarasi tak perlu mewah sebab yang terpenting ialah komitmen Kades dan warganya agar tak ada lagi yang BAB sembarangan," imbuhnya.

Sebelumnya dalam berbagai kesempatan tatap muka dengan warga, Bupati Bangka Barat Markus SH tiada hentinya mengingatkan warga agar punya kesadaran betapa pentingnya memiliki jamban sehat.

"Upaya kita mungkin terlihat kecil, hanya membuat jambanisasi dan mendapatkan akses air bersih. Tapi ternyata dampaknya sangat luar biasa, kita membuat masyarakat menjadi lebih sehat dan berkualitas," kata Markus beberapa waktu lalu.

Markus menjelaskan, dalam konteks pembangunan, kesehatan menjadi elemen dasar yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia.

"Warga Bangka Barat yang sehat adalah modal dasar pembangunan, kekuatan untuk bersaing dengan daerah-daerah lain," tandasnya.

(Humas Pemkab Bangka Barat)

Penulis: Iklan Bangkapos
Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved