Breaking News:

Petugas Amankan 235,1 Kg Daging Sapi Beku Eks Impor di Pangkalbalam yang Dibeli Lewat Toko Online

Potongan daging disimpan di dalam lima kotak styrofoam lalu dikirim ke Pangkalbalam via Pelabuhan Tanjungpriok. Dibeli di sebuah toko online.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Dedy Qurniawan
(Ist/Balai Karantina Pangkalpinang)
Petugas Balai Karantina Pangkalpinang menahan daging sapi beku eks imporr, Jumat (20/12/2019) 

Sebelumnya, sekira Mei 2019 lalu, petugas Karantina Wilayah Kerja Pelabuhan Pangkalbalam juga pernah menggagalkan masuknya dua koli  seberat 62 kilogram daging sapi beku asal Jakarta di di Kawasan Bandara Depati Amir, Pangkalpinang.

Dagung beku yang dikirim melalui jasa pengiriman ini diamankan karena tidak melapor kepada petugas karantina.

"Saat itu dilakukan tindakan karantina penahanan terhadap daging sapi beku sebanyak 2 koli (62 Kg) dikarenakan tidak dilengkapi dokumen (Sertifikat Sanitasi Produk Hewan--red) dari daerah asal Jakarta (Bandara Soekarno Hatta--red)," kata Kepala Karantina Wilayah Kerja Pelabuhan Pangkal Balam, Saifudin Zuhri saat menggelar jumpa pers pemusnahan temuan karantina, Kamis (12/9/2019) di Kantor Karantina setempat saat itu.

Saiful menjelaksan,  tindakan penahanan dilakukan karena petugas mencurigai barang yang dibungkus dengan karung dan kardus . "Nah setelah dilakukan pemeriksaan atas persetujuan penanggungjawab barang (ekspedisi) dan disaksikan Avsec maka ditemukan adanya daging sapi beku dan tidak dilengkapi dengan dokumen karantina," ungkap .

Selanjutnya, petugas Karantina pun melakukan tindakan karantina penahanan dengan mengeluarkan Surat Perintah Penahanan dan Berita Acara Penahanan (BAP) terhadap daging sapi beku tersebut.

"Kemudian oleh petugas karantina diterbitkan berita acara penolakan (9b) supaya dalam waktu 3 x 24 jam segera dikembalikan ke daerah asal sesuai dengan Pasal 15 Undang Undang No 16 Tahun 1992 , dan pemilik menolak untuk mengembalikan sehingga dilakukan tindakan karantina berupa pemusnahan sesuai dengan Pasal 16 Undang Undang No 16 Tahun 1992," beber Saiful.

Berdasarkan analisis risiko, dikatakanya bahwa media pembawa berupa bahan asal hewan (daging) dapat menyebabkan penularan penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus dan prion. Beberapa bakteri dapat ditularkan dari makanan (food borne disease) diantaranya adalah; Antraks, Salmonella, Staphylococcus aureus, Clostridium perfringens, Clostridium botulinum.

Bakteri-bakteri ini menurutnya merupakan bakteri yang sering menyebabkan penyakit pada manusia baik karena bakteri itu sendiri maupun toksin yang dihasilkan yang secara sengaja ataupun tanpa sengaja tertelan oleh manusia.

"Infeksi bakteri-bakteri tersebut dalam bahan asal hewan dan atau hasil bahan asal hewan dapat terjadi pada saat hewan masih hidup, selama proses pemotongan, proses pengolahan, penyimpanan dan saat transportasi," kata Saiful.

Penyakit mulut dan kuku dikatakanya merupakan penyakit yang dapat ditularkan melalui daging sapi.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved