Kasus Penusukan
Suasana Batu Belubang Masih Panas, Ultimatum Warga Selapan Segera Hengkang
warga masih berkumpul dan mendesak seluruh warga pendatang untuk pergi dan mengangkut alat tambang dan kapal motor
Penulis: Teddy Malaka CC | Editor: Hendra
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Situasi di Desa Batubelubang pasca kejadian penusukan masih memanas.
Minggu (22/12/2019) warga masih berkumpul dan mendesak seluruh warga pendatang untuk pergi dan mengangkut alat tambang dan kapal motor dari perairan Desa Batu Belubang.
Informasi yang diterima bangkapos.com, warga Batu Belubang mengultimatum warga pendatang di daerah tersebut untuk pergi.
"Warga kasih waktu sampai jam empat sore. Minta semua TI, speed diangkat semua dari sini," kata Bu warga Desa Batubelubang kepada Bangkapos.com.
Sampai saat ini warga masih berkumpul di tepi pantai. Aparat keamanan juga berjaga di desa tersebut.
Diberitakan sebelumnya dua warga Desa Batubelubang ditikam oleh orang tak dikenal.
Warga setempat menduga pelaku adalah warga pendatang di daerah tersebut.
Warga pun marah dan meminta warga pendatang di kawasan tersebut untuk pindah.
• BREAKING NEWS: Warga Selapan Diminta Angkat Kaki dari Desa Batu Belubang Batas Waktu Pukul 16.00
• Suasana Batu Belubang Masih Panas, Ultimatum Warga Selapan Segera Hengkang
• Ulah Satu Oknum Warga Selapan Pun Dibenci, Sukti Lebih Baik Pilih Pulang Kampung
• Misrah Buru-buru Ngungsi, Bawa Sehelai Baju di Badan Tidur di Lantai Berselimut Taplak Meja
Evakuasi dilakukan oleh pihak kepolisian.
Sekitar lebih dari 100 orang warga pendatang yang sebagian besar berasal dari Tulungselapan Sumatera Selatan harus mengungsi ke Polres Pangkalpinang.
Sebagian besar dari mereka adalah pekerja tambang inkonvensional di lepas pantai Batu belubang. (Bangkapos.com/Teddy Malaka)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/suasana-batu-belubang.jpg)