Kasus Penusukan
Ducunli Mengaku Bersalah: Saya Menyesal dan Meminta Maaf
Pelaku penusukan Ducunli (32) mengaku telah melakukan penusukan terhadap dua warga Desa Batu Belubang, Pangkalanbaru, Bangka Tengah
Penulis: Yuranda | Editor: khamelia
Gubernur: Jangan Anarkis
Gubernur Provinsi Bangka Belitung Erzaldi Rosman meminta masyarakat menahan diri untuk tidak bertindak anarkis mensikapi kasus penusukan yang terjadi di Batu Belubang hingga berimbas terhadap pengusiran warga pendatang, Selapan Sumatera Selatan.
Ia mengatakan persoalan seperti ini bukan sekali ini saja terjadi, sehingga ia mengharapkan masyarakat bisa menahan diri agar tidak bertindak anarkis.
"Kepada masyarakat agar menahan diri jangan anarkis, karena kejadian ini sudah sering terjadi pihak keamanan kepolisian agar segera bertindak, kita tidak mau kejadian tahun lalu terulang, perlu antisipasi dan bukti dalam perjanjian antar masyarakat, kalau bikin onar angkat kaki,"ungkap Gubernur Babel kepada wartawan, Senin (23/12/2019).
Erzaldi mengatakan, setiap warga yang datang harus menjaga etika dan menjunjung tinggi adat dan aturan di wilayah itu.
"Tentunya namanya pendatang silakan saja, tetapi inilah kita kadang harus junjung etika lebih tinggi, karena dimana bumi dipijak ada adat harus kita junjung. Jangan datang bikin onar, sombong lagi dan lain sebagainya buat keresahan, ketika mereka datang juga ada pertemuan dengan masyarakat, maka ada perjanjian di Desa, jangan karena ada sedikit berefek besar kepada masyarakat sekitar," ungkapnya.
Dari kejadian tersebut, Gubernur Babel mengimbau selalu menghormati antar sesama dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara.
"Saya mengimbau masyarakat pendatang ayo sama-sama bekerja, dan harus saling menghormati antar sesama, dan saya juga mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh pihak Kepolisian dalam mengamankan kasus ini," tukasnya.
(Bangkapos.com/Yuranda/Jhoni Kurniawan/Riki Pratama)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ducunli.jpg)