Kasus Penusukan
Tanggapi Kasus Penusukan, Bupati Bangka Tengah Minta Warga Bersabar dan Tidak Bertindak Anarkis
Bupati Bateng Ibnu Saleh mengajak agar masyarakat Desa Batu Belubang dapat menjaga situasi agar tetap kondusifitas
Imbauan juga disampaikan, Gubernur Provinsi Bangka Belitung Erzaldi Rosman. Ia meminta masyarakat menahan diri untuk tidak bertindak anarkis mensikapi kasus penusukan yang terjadi di Batu Belubang hingga berimbas terhadap pengusiran warga pendatang, Selapan Sumatera Selatan.
Ia mengatakan, persoalan seperti ini bukan sekali ini saja terjadi, sehingga ia mengharapkan masyarakat bisa menahan diri agar tidak bertindak anarkis.
"Kepada masyarakat agar menahan diri jangan anarkis, karena kejadian ini sudah sering terjadi pihak keamanan kepolisian agar segera bertindak, kita tidak mau kejadian tahun lalu terulang, perlu antisipasi dan bukti dalam perjanjian antar masyarakat, kalau bikin onar angkat kaki,"ungkap Gubernur Babel kepada Bangkapos.com, Senin (23/12/2019).
Ducunli Pelaku Penusukan Dua Warga Batu Belubang, Pangkalanbaru, Bangka Tengah, di Polres Pangkalpinang, Senin (23/12/2019) (Bangkapos.com/Yuranda)
Erzaldi mengatakan, setiap warga yang datang harus menjaga etika dan menjunjung tinggi adat dan aturan di wilayah itu.
"Tentunya namanya pendatang silakan saja, tetapi inilah kita kadang harus junjung etika lebih tinggi, karena dimana bumi dipijak ada adat harus kita junjung. Jangan datang bikin onar, sombong lagi dan lain sebagainya buat keresahan, ketika mereka datang juga ada pertemuan dengan masyarakat, maka ada perjanjian di Desa, jangan karena ada sedikit berefek besar kepada masyarakat sekitar," ungkapnya.
Dari kejadian tersebut, Erzaldi mengimbau selalu menghormati antar sesama dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara.
"Saya mengimbau masyarakat pendatang ayo sama-sama bekerja, dan harus saling menghormati antar sesama, dan saya juga mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh pihak Kepolisian dalam mengamankan kasus ini," ajak Erzaldi.
Pelaku Penusukan Ditangkap
Ducunli (32) berhasil ditangkap anggota Buser Polres Pangkalpinang, di rumah sepupu pelaku di Desa Teladan, Kelurahan Suka Damai, Taboali, Bangka Selatan, Minggu (22/12/2019) malam.
Pelaku ditangkap karena melakukan tindakan penganiayaan atau penusukan terhadap dua warga Batu Belubang, Pangkalanbaru, Bangka Tengah, yang terjadi beberapa hari lalu.
"Tim Opsnal Polres Pangkalpinang berhasil menemukan barang bukti berupa motor Fino warna biru, baju warna biru, dan sebilah pisau yang ada di buang di perkarangan rumah kontrakan di Desa Sampur, " kata Kapolres Pangkalpinang AKBP Iman Risdiono, Senin (23/12/2019) Konferensi pers di Polres Pangkalpinang.
Barang bukti ditemukan di kontrakan miliknya di Desa Sampur, Pangkalanbaru, Bangka Tengah, pada Minggu (22/12/2019) sore.
Setelah mendapat barang bukti, anggota Opsnal Polres Pangkalpinang melakukan penelusuran terhadap barang bukti tersebut.
"Setelah Tim Opsnal bersama Kasat Reskrim dan Kanit Buser penulusuran berhasil menangkap pelaku di Taboali, di rumah sepupu pelaku," katanya.
Pelaku berhasil dibekuk kurang dari 24 jam dan langsung dibawa ke Polres Pangkalpinang guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ducunli.jpg)