Bupati Markus, Single Fighter yang Mampu Gerakan Pembangunan Bangka Barat

Bupati Bangka Barat Markus SH menghadiri Dialog Interaktif Peningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Bangun Bangka Barat Hebat

Bupati Markus, Single Fighter yang Mampu Gerakan Pembangunan Bangka Barat
Ist
Bupati Markus saat berinteraksi dengan pemimpin redaksi Bangka Pos, Ibnu Taufik Juwarianto dalam Dialog Interaktif Editorial Bangka Pos, Kamis(13/02). 

Bupati Bangka Barat Markus SH menghadiri Dialog Interaktif Editorial Bangka Pos dengan tema Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Bangun Bangka Barat Hebat di ruang rapat kantor Bangka Pos, Kamis (13/2/2020).
Dialog interaktif yang dimoderatori langsung oleh Pemimpin Redaksi Bangka Pos, Ibnu Taufik Juwarianto itu dihadiri Asisten Ekonomi Pembangunan, Drs. Rozali, Kepala Dikpora, Drs. Rukiman, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Rosdjumiati SE, Kepala Dinas Kesehatan, Drg. Achmad Syaifuddin, Kepala BPS, Zainubi, Kepala Diskominfo, M. Kaidi dan jajaran staf dari Bangka Pos.

Bupati Markus saat melakukan dialog interaktif dalam acara Editorial Bangka Pos, Kamis(13/02).
Bupati Markus saat melakukan dialog interaktif dalam acara Editorial Bangka Pos, Kamis(13/02). (Ist)

Ibnu Taufik Juwarianto disela sela memandu dialog tersebut memuji Bupati Markus karena meski belum genap satu tahun memimpin Bangka Barat, namun mampu menggerakan roda pembangunan ke arah lebih baik.
"Bupati Markus ini luar biasa, energik. Belum genap satu tahun sebagai bupati ditambah statusnya "jomblo" (tanpa wakil-red) tapi dengan dukungan lintas sektor, dia mampu menggerakkan pembangunan di Bangka Barat," katanya.

Pernyataan pemimpin redaksi Bangka Pos ini memang bukan isapan jempol belaka, dalam kurun waktu 11 bulan sebagai bupati, berbagai terobosan dan inovasi strategis serta tepat sasaran telah terbukti dilakukan Markus. Berbagai prestasi dan terobosan yang berhasil diraih dan dilakukan selama menjabat bupati diantaranya menurunkan angka kemiskinan di tahun 2019 menjadi 2,67% dari tahun sebelumnya 3,05%.

Selain itu juga, upaya Pemkab Bangka Barat untuk mengatasi masalah stunting semakin menunjukan trend penurunan signifikan. Data Riskesdas 2018 menyebutkan, angka stunting yang dialami bayi berusia di bawah dua tahun (Baduta) di Bangka Barat sebesar 25,54%, sementara berusia di bawah lima tahun (Balita) di angka 33,27%.

Angka-angka tersebut mengalami penurunan di tahun 2019. Berdasar Aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e- PPGBM), per 12 Desember 2019 angka stunting untuk kategori Baduta hanya 13,15% dan Balita hanya tersisa 16,62%.
Pemkab Bangka Barat di bawah kepemimpinan Bupati Markus juga berhasil meyakinkan pemerintah pusat hingga akhirnya mau mengucurkan dana sebesar Rp. 10 miliar untuk pembangunan perpustakaan modern bertaraf nasional dan satu-satunya di Provinsi Bangka Belitung yang segera dibangun tahun 2020 ini.

Adapun terobosan inovatif yang pertama dilakukan di Bangka Belitung dalam hal penyiapan SDM unggul dan siap kerja ialah dengan menguliahkan 88 anak Bangka Barat kurang mampu di Akademi Komunitas Presiden (AKP) tanpa menggunakan sepeserpun uang APBD.
Selain prestasi dan terobosan yang disampaikan dalam dialog interaktif pagi tadi, Pemkab Bangka Barat, disampaikan Markus, terus berupaya menarik investasi masuk Bangka Barat.

Bupati Markus berfoto bersama pemimpin redaksi Bangka Pos, Ibnu Taufik Juwarianto, dan General Manager Business Bangka Pos, Vivi, beserta jajaran kepala OPD Bangka Barat yang hadir dalam Dialog Interaktif Editorial Bangka Pos.
Bupati Markus berfoto bersama pemimpin redaksi Bangka Pos, Ibnu Taufik Juwarianto, dan General Manager Business Bangka Pos, Vivi, beserta jajaran kepala OPD Bangka Barat yang hadir dalam Dialog Interaktif Editorial Bangka Pos. (Ist)

Bupati Markus menandaskan, tingkat investasi harus lebih besar dari tingkat konsumsi maka ekonomi di daerah akan tumbuh sehat.
"Karena kalau hanya andalkan APBD, tidak akan mampu sebab terbatas. Salah satu hal yang dilihat investor jika ingin berinvestasi ialah soal kerukunan, kondusifitas. Modal ini yang harus terus kita jaga bersama," tandas politisi PDI Perjuangan itu.

Adapun terkait prestasi dan terobosan yang berhasil dilakukan selama 11 bulan menjabat bupati, diakui Markus, merupakan buah dari kerja sama lintas sektor selama ini.
"Tapi memang lagi-lagi semua harus dimulai dari pemimpinnya dulu baru bawahan bisa ikut. Semua harus terlibat, sebab yang ada ialah super tim bukan super man untuk memajukan daerah," tegas Markus rendah hati.

Penulis: Iklan Bangkapos
Editor: respileba
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved