Kabar Baik, Amerika Serikat Nilai Indonesia Sudah Jadi Negara Maju, Tapi Ini Dampaknya
Ternyata, Amerika Serikat juga menilai puluhan negara lainnya juga sudah tidak menjadi negara berkembang. Tak hanya Indonesia. Ternyata China juga.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) surplus perdagangan Indonesia dengan AS pada Januari 2020 sebesar 1,01 miliar dollar AS, angka ini tumbuh bila dibanding surplus periode sama tahun lalu yakni 804 juta dollar AS.
Data tersebut juga menyebutkan AS menjadi negara terbesar kedua pangsa ekspor non-migas Indonesia sebesar 1,62 miliar dollar AS pada Januari 2020. (Yusuf Imam Santoso | Tendi)
Tak Hanya Indonesia, China Juga
Indonesia bukan hanya satu-satunya negara yang dinilai Amerika Serikat sudah menjadi negara maju.
Amerika Serikat juga menilai puluhan negara lainnya juga sudah tidak menjadi negara berkembang.
Satu di antaranya China.
Amerika Serikat beberapa waktu lalu mengeluarkan sejumlah negara dari daftar negara- negara berkembang. Indonesia termasuk dalam daftar tersebut.
Dilansir dari South China Morning Post, Sabtu (22/2/2020), AS menyusutkan daftar internal negara-negara berkembang dan kurang berkembang.
Tujuannya untuk menurunkan batasan yang mendorong investigasi AS apakah suatu negara mengancam industri AS dengan subsidi ekspor yang tak adil.
Hal ini berdasarkan catatan yang dirilis Perwakilan Perdagangan AS (USTR).
Negara-negara yang dikeluarkan dari daftar negara berkembang tersebut adalah Albania, Argentina, Armenia, Brazil, Bulgaria, dan China.
Kemudian ada Kolombia, Kosta Rika, Georgia, Hong Kong, India, Indonesia, Kazakhstan, dan Republik Kirgis.
Selanjutnya ada Malaysia, Moldova, Montenegro, Makedonia Utara, Romania, Singapura, Afrika Selatan, Korea Selatan, Thailand, Ukraina, dan Vietnam.
Menurut USTR, keputusan untuk merevisi metodologi terkait negara berkembang untuk investigasi tarif perdagangan penting untuk dilakukan.
Sebab, pedoman yang digunakan sebelumya sudah usang lantaran dibuat tahun 1988.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/pemain-timnas-indonesia-menyanyikan-lagu-kebangsaan.jpg)