Selasa, 21 April 2026

Kabar Baik, Amerika Serikat Nilai Indonesia Sudah Jadi Negara Maju, Tapi Ini Dampaknya

Ternyata, Amerika Serikat juga menilai puluhan negara lainnya juga sudah tidak menjadi negara berkembang. Tak hanya Indonesia. Ternyata China juga.

Editor: Dedy Qurniawan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN .
Ilustrasi - Pemain timnas Indonesia menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebelum menghadapi timnas Malaysia pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/9/2019) 

Pembaruan ini pun menandai langkah penting kebijakan AS yang sudah berlangsung selama dua dekade terkait negara-negara berkembang.

Akhirnya, negara-negara ini bisa dikenakan tarif yang lebih tinggi atas barang yang dikirim ke AS.

Langkah ini juga mencerminkan kejengahan Presiden AS Donald Trump, bahwa negara-negara ekonomi besar seperti China dan India diperbolehkan menerima preferensi khusus sebagai negara berkembang di Organisasi Perdagangan Dunia ( WTO).

Dalam kunjungannya ke Davos, Swiss pada bulan lalu, Trump menyebut WTO tidak memperlakukan AS secara adil.

"China dipandang sebagai negara berkembang. India dipandang sebagai negara berkembang. Kami tidak dipandang sebagai negara berkembang. Sepanjang yang saya ketahui, kami juga negara berkembang," cetus Trump.

Adapun tujuan preferensi khusus yang diterapkan WTO terhadap negara-negara berkembang adalah untuk membantu dalam menurunkan kemiskinan, menyerap tenaga kerja, dan mengintegrasikan negara-negara ini ke dalam sistem perdagangan dunia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "AS Cabut RI dari Daftar Negara Berkembang, Ini Kata Pemerintah" dan "Selain RI, 24 Negara Ini Juga Dicabut AS dari Daftar Negara Berkembang"

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved