Selasa, 7 April 2026

Tak Perlu Jauhi Roti Tawar Saat Diet, Ini Alasannya

Makanan sumber karbohidrat sering kali disalahkan sebagai penyebab kenaikan berat badan.

Editor: suhendri
retno
Roti tawar 

BANGKAPOS.COM - Makanan sumber karbohidrat sering kali disalahkan sebagai penyebab kenaikan berat badan.

Tidak hanya nasi, sumber karbohidrat lainnya yang juga dihindari saat diet adalah roti tawar.

Karbohidrat memang terlanjur dicap sebagai sumber makanan yang sangat jahat.

Padahal, hal itu tak sepenuhnya benar.

"Itu sebetulnya belum terbukti. Sebab 'kalori masuk' dan 'kalori keluar' lah yang akan menentukan apakah seseorang bisa menaikkan atau menurunkan berat badan," ungkap pelatih gizi dan penulis Graeme Tomlinson, kepada Insider.

Pria yang juga dikenal dengan nama "The Fitness Chef" itu belum lama mengunggah sebuah ilustrasi di Instagramnya, memperlihatkan selembar roti tawar yang kerap disalahkan sebagai sumber kenaikan berat badan.

Dalam unggahan tersebut, Tomlinson meletakkan gambar selembar roti tawar polos dan menuliskan kalorinya.

Kalori roti tawar putih maupun gandum diperkirakan memiliki kandungan 95 kalori.

Pada bagian kanan roti polos, ia meletakkan foto roti yang telah diberi topping.

Lonjakan kalorinya cukup mengejutkan.

Kalori selembar roti dengan mentaga, misalnya, bisa mencapai sekitar 169 kalori.

Sementara kalori selembar roti dengan selai stroberi atau kacang, diestimasikan mencapai sekitar 244 kalori.

Jika selai stroberi dan kacang disatukan bisa mencapai 407 kalori.

Sedangkan jika roti diberi topping selembar daging, bisa mencapai lebih dari 500 kalori tergantung jenis daging dan besarnya.

Dari ilustrasi tersebut, kita memahami bahwa bukan rotinya yang membuat kita gemuk, melainkan kalori "topping" alias apa yang kita taruh di atasnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved