Waspadai 7 Gejala Radang Otak
Radang otak primer terjadi ketika virus secara langsung menginfeksi otak dan sumsum tulang belakang.
Terkadang sakit kepala atau migrain dapat disebabkan oleh pilihan gaya hidup, tetapi terkadang juga dapat disebabkan oleh sesuatu yang lebih serius yang mungkin memerlukan perhatian medis.
Misalnya, sakit kepala parah bisa menjadi gejala radang otak atau bahkan pembengkakan otak.
Tetapi, Anda tidak perlu terlalu khawatir.
Menurut, Ahli neuro-onkologi, Santosh Kesari, MD, PhD, kondisi itu jarang terjadi.
Sakit kepala biasanya biasanya dikaitkan dengan gejala neurologis lain karena lesi massa atau infeksi.
Sering kali Anda memang tidak dapat benar-benar mengetahui apakah sakit kepala itu hanya sakit kepala atau disebabkan oleh sesuatu yang lebih serius.
Jadi, dia menyarankan, Anda untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika sakit kepala tampak tidak biasa dan berlangsung lebih lama dari biasanya.
5. Merasakan leher kaku
Salah satu gejala radang otak lain yang lebih serius yang harus diwaspadai adalah leher kaku.
Seperti yang dikatakan Dr. Dean, ini juga bisa mengindikasikan pembengkakan di otak.
Ensefalitis dan meningitis, yaitu penyakit yang menyebabkan peradangan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang, biasanya disebabkan oleh bakteri atau virus.
Jika Anda mengalami leher kaku disertai sakit kepala, dan demam, akan lebih baik segera temui dokter untuk mengetahui gejala yang dialami.
6. Alami mual atau muntah
“Radang otak atau ensefalitis dapat membuat Anda merasa mual,” kata Dr. Dean.
Penyebab umum dari jenis radang otak ini adalah infeksi virus seperti virus herpes simpleks.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/freepikcom-sering-sakit-kepala-setelah-tidur-siang.jpg)