Advertorial
Update Covid-19 Bangka Belitung Selasa, 20 Oktober 2020 Tambah 7 Kasus Baru
wilayah Babel selama "delapan" hari secara beruntun, menunjukkan bahwa proses penularan "Coronavirus" masih terjadi di dalam masyarakat
Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: khamelia
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Setelah senin (19/10/2020) kemarin di Babel mengalami penambahan 1 kasus terkonfirmasi positif Covid-19, di Kabupaten Belitung.
Selasa (20/10/2020) di Babel, kembali mengalami penambahan 7 kasus baru yang terpapar positif Covid-19, yaitu, Kabupaten Bangka 3 kasus, Kabupaten Bangka Tengah 2 kasus, dan Kabupaten Bangka Barat 2 kasus.
Penambahan kasus baru yang terpapar positif Covid-19 di wilayah Babel selama "delapan" hari secara beruntun, menunjukkan bahwa proses penularan "Coronavirus" masih terjadi di dalam masyarakat. Untuk itu, kita harus selalu waspada dan jangan pernah abaikan protokol kesehatan, karena situasi dan kondisi tiap-tiap daerah di wilayah NKRI "belum 100 persen normal", termasuk di wilayah Babel.
Baca juga: DN Korban Rudapaksa Ternyata Lagi Hamil 4 Bulan, Rangga Jadi Pahlawan Lindungi Kehormatan Ibunya
Penting untuk kita sadari, sekeras-kerasnya kita bekerja, semua demi membawa "uang yang halal dan berkah" ke rumah, bukan malah membawa petaka infeksi "Coronavirus". Oleh karena itu, tetaplah disiplin pakai masker kain secara benar, selalu disiplin menjaga jarak fisik, dan senantiasa cuci tangan pakai sabun selama 20 detik dengan air mengalir atau jika tidak ada air, gunakan hand sanitizer yang sesuai standar kesehatan.
Jangan memaksakan diri bepergian ke zona merah kasus Covid-19, karena risiko tertular Covid-19 sangat mungkin terjadi ke siapa saja, walau dalam kondisi sehat sekalipun.
Menunda berkunjung ke zona merah Covid-19, berarti kita menyelamatkan dan melindungi banyak orang di sekitar kita, termasuk keluarga di rumah. Sehingga dapat meminimalisir terjadinya risiko penularan Covid-19 di lingkup keluarga serta masyarakat di sekitar kita.
Dimana pun kita berada, tetap disiplin dan patuhi seluruh protokol kesehatan yang telah ditetapkan Pemerintah Indonesia agar tidak tertular atau menularkan "Coronavirus" di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).
Untuk diketahui, "Covid-19" bisa menyebar lewat droplet (percikan) yang keluar saat kita batuk, bersin ataupun bicara. Karena itu, di era AKB kita harus "disiplin 3 M", yakni memakai Masker kain secara benar, Menjaga jarak fisik aman dan Mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir selama 20 detik atau hand sanitizer sesuai standar kesehatan. Selain 3M itu, kita juga sebisa mungkin harus selalu menjauhi kerumunan atau keramaian.
Kepedulian dan kerja sama semua pihak dalam menerapkan seluruh protokol kesehatan sangat dibutuhkan demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di NKRI, termasuk di Babel.
Berdasarkan data yang diungkap dari laman covid19.babelprov.go.id hingga pukul 21.00 WIB, selasa (20/10/2020) di Babel, total kini menembus 523 kasus kumulatif yang terpapar positif Covid-19.
Sementara itu, hingga selasa (20/10/2020) di Babel, jumlah pasien yang harus diisolasi dan dirawat secara intensif berjumlah 60 pasien.
Hingga hari ini (Selasa-red) di Babel ada penambahan 5 pasien sembuh, yakni Kabupaten Bangka 3 pasien, dan Kabupaten Bangka Tengah 2 pasien, sehingga total jumlah pasien yang sembuh dari infeksi Covid-19 di Babel mencapai 456 jiwa, dan sudah 7 pasien meninggal dunia, sejak pandemi Covid-19 mewabah di NKRI pada 2 Maret 2020 yang lalu.
#Jangan Pernah Abaikan Protokol Kesehatan
#selalumenjauhikerumunan
#disiplinpakaimasker
#disiplinjagejarakfisik,
minimal1s.d.2 meter
#cucilahtanganpakaisabun
atauhandsanitizer
#jageimunitastubuh
#tetaprutinberolahraga
#terapkanperilakuhidup
sehat
#babellawancovid-19
#patuhiprotokolkesehatan
#janganlengah
#wabahbelumberakhir
#yukadaptasikebiasaanbaru
#promkesbabel
#maLindaListari^mataair19
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/belum-100-persen-normal.jpg)