Agar Terhindar dari Hipertensi, Ikuti Langkah WHO Untuk Mencegah dan Mengobati Darah Tinggi
Berikut beberapa langkah pencegahan, pengelolaan atau pengobatan hipertensi yang dianjurkan WHO:
BANGKAPOS.COM - Hipertensi atau darah tinggi dialami banyak orang.
Gaya hidup dan pola makan tidak sehat seringkali memicu tekanan darah tinggi/
Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi medis yang secara signifikan dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung, otak, dan termasuk ginjal.
Hipertensi didiagnosis jika pembacaan terhadap tekanan darah sistolik mencapai lebih dari sama dengan 140 mmHg dan atau pembacaan tekanan darah diastolik adalah lebih dari sama dengan 90 mmHg.
Angka pertama (sistolik) mewakili tekanan dalam pembuluh darah ketika jantung berkontraksi atau berdetak.
Sedangkan angka kedua (diastolik) mewakili tekanan di dalam pembuluh darah ketika jantung beristirahat di antara detak jantung.
Tekanan darah sendiri dapat diartikan sebagai kekuatan yang diberikan oleh sirkulasi darah ke dinding arteri tubuh, pembuluh darah utama dalam tubuh.
Baca juga: Makanan Penurun Darah Tinggi, Jangan Biarkan Hipertensi Karena Bisa Picu Stroke dan Penyakit Jantung
Baca juga: Cara Menurunkan Darah Tinggi, Air Kelapa Muda Ingusan Ampuh Atasi Hipertensi
Baca juga: Makanan Penyebab Diabetes, Hindari 5 Jenis Bahan Ini Agar Terhindari dari Penyakit Kencing Manis
Faktor risiko hipertensi Faktor risiko hipertensi dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan penyebabnya, yakni yang dapat dimodifikasi dan tidak dapat dimodifikasi.
1. Faktor risiko hipertensi yang dapat dimodifikasi
Adapun faktor risiko yang dapat dimodifikasi termasuk:
- Pola makan tidak sehat
- Konsumsi garam berlebihan
- Konsumsi tinggi lemak jenuh dan lemak trans
- Asupan buah dan sayuran rendah
- Aktivitas fisik yang kurang
- Merokok
- Minum alkohol
- Kelebihan berat badan atau obesitas
2. Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi
Adapun yang termasuk faktor risiko hipertensi yang tidak dapat dimodifikasi, antara lain:
- Riwayat keluarga dengan hipertensi
- Usia di atas 65 tahun
- Penyakit yang ada bersama seperti diabetes atau penyakit ginjal
Gejala umum hipertensi
Hipertensi kerap disebut "silent killer". Pasalnya, kebanyakan orang dengan hipertensi tidak mengetahui masalahnya karena mungkin tidak memiliki tanda atau gejala peringatan.
Oleh sebab itu kiranya penting bahwa tekanan darah diukur secara teratur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/pasien-cek-hipertensi.jpg)