Agar Terhindar dari Hipertensi, Ikuti Langkah WHO Untuk Mencegah dan Mengobati Darah Tinggi
Berikut beberapa langkah pencegahan, pengelolaan atau pengobatan hipertensi yang dianjurkan WHO:
Beberapa gejala yang mungkin timbul ketika seseorang mengalami hipertensi, di antaranya:
- Sakit kepala di pagi hari
- Mimisan Irama jantung tidak teratur
- Perubahan penglihatan atau kebutaan
- Berdengung di telinga
Sementara hipertensi berat dapat menyebabkan:
- Kelelahan
- Mual
- Muntah
- Kebingungan
- Kecemasan
- Nyeri dada
- Tremor otot
Satu-satunya cara untuk mendeteksi hipertensi adalah dengan mengukur tekanan darah.
Mengukur tekanan darah bisa juga dilakukan sendiri menggunakan perangkat otomatis, namun evaluasi oleh tenaga kesehatan atau dokter dirasa penting untuk penilaian risiko dan kondisi terkait.
Bahaya hipertensi
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hipertensi adalah penyebab utama kematian dini di seluruh dunia.
Di antara komplikasi lain, hipertensi diketahui dapat menyebabkan kerusakan serius pada jantung.
Tekanan berlebihan bisa mengeraskan pembuluh darah, mengurangi aliran darah dan oksigen ke jantung.
Lebih lanjut, tekanan yang meningkat dan aliran darah yang berkurang ini dapat menyebabkan beberapa kondisi fatal sebagai berikut:
- Nyeri dada atau sering disebut angina
- Serangan jantung yang terjadi ketika suplai darah ke jantung tersumbat dan sel-sel otot jantung mati karena kekurangan oksigen. Semakin lama aliran darah tersumbat, maka kian besar juga kerusakan yang terjadi pada jantung
- Gagal jantung yang terjadi ketika jantung tidak dapat memompa cukup darah dan oksigen ke organ tubuh vital lainnya
- Detak jantung tidak teratur yang dapat menyebabkan kematian mendadak
- Hipertensi juga dapat meledak atau menyumbat arteri yang memasok darah dan oksigen ke otak, menyebabkan stroke
- Selain itu, hipertensi dapat menyebabkan kerusakan ginjal, yang menyebabkan gagal ginjal
WHO memperkirakan 1,13 miliar orang di seluruh dunia menderita hipertensi, sebagian besar atau dua per tiganya tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Pada 2015, 1 dari 4 pria dan 1 dari 5 wanita menderita hipertensi.
Kurang dari 1 dari 5 orang dengan hipertensi memiliki masalah terkendali.
Melansir Mayo Clinic, hipertensi juga bisa menyebabkan disfungsi seksual pada pria maupun wanita.
Ketidakmampuan untuk memiliki dan mempertahankan ereksi menjadi semakin umum pada pria ketika mereka mencapai usia 50 tahun.
Tetapi pria dengan tekanan darah tinggi bahkan lebih mungkin mengalami disfungsi ereksi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/pasien-cek-hipertensi.jpg)