Breaking News:

Berlaku 1 Maret, ini Daftar Lengkap Diskon Avanza Xpander Xenia Rush Terios dengan PPnBM Nol Persen

Berlaku 1 Maret, ini Daftar Lengkap Diskon Avanza Xpander Xenia Rush Terios dengan PPnBM Nol Persen

Bangkapos.com / Widodo
Ilustrasi__ Berlaku 1 Maret, ini Daftar Lengkap Diskon Avanza Xpander Xenia Rush Terios dengan PPnBM Nol Persen 

Berlaku 1 Maret, ini Daftar Lengkap Diskon Avanza Xpander Xenia Rush Terios dengan PPnBM Nol Persen

BANGKAPOS.COM -- Pemerintah telah memberikan insentif penurunan tarif PPnBM untuk kendaraan bermotor atau mobil.

Adapaun pemberian insentif tersebut berlaku mulai 1 Maret 2021.

Terkait hal itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, insentif penurunan PPnBM ini untuk kendaraan di bawah 1500 cc yakni kategori sedan dan 4x2.

Insentif PPnBM  ( Pajak Penjualan atas Barang Mewah ) ini rencananya dilaksanakan selama 3 tahap dalam waktu 9 bulan.

Tahap pertama insentif 100 persen, kedua 50 persen, dan ketiga sebesar 25 persen.

Relaksasi akan diberikan kepada mobil penumpang 4x2 termasuk sedang dengan kubikasi mesin kurang dari 1.500 cc dengan Tingkat Kandungan Lokal Dalam Negeri (TKDN) 70 persen.

Dengan adanya insentif ini, kata Airlangga, diharapkan konsumsi masyarakat berpenghasilan menengah ke atas akan meningkat, serta meningkatkan utilitas industri otomotif dan mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2021.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Kementerian Keuangan tengah melakukan finalisasi terhadap aturan diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah ( PPnBM) dan berharap nantinya relaksasi tersebut bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

"Kita berharap masyarakat tentu merespon.

Saya tahu ini diharapkan akan meningkatkan kembali permintaan kendaraan bermotor dan dorong industri otomotif di Indonesia yang supply chain-nya cukup penting dalam perekonomian kita," kata Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Rabu (24/2/2021).

Ia nantinya akan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait diskon pajak mobil baru tersebut dan ditargetkan akan mulai diberlakukan pada 1 Maret 2021.

"Untuk PPnBM yang kendaraan bermotor itu kita akan segera keluarkan. Sekarang dalam proses finalisasi dan itu berarti harmonisasi, dan kemudian kita akan keluarkan," ujar Sri Mulyani.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio N Kacaribu menambahkan, relaksasi PPnBM diharapkan bisa mendorong konsumsi masyarakat khususnya kelas menegah yang selama 2020 lalu konsumsinya banyak tertahan karena mobilitasnya terbatas.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved