Breaking News:

Tribunners

Program Langit Biru, Cita-Cita Atau Realitas?

Suksesnya Program Langit Biru ini ada di tangan kita sebagai masyarakat karena kita adalah end user dari BBM

Editor: suhendri
Program Langit Biru, Cita-Cita Atau Realitas?
ISTIMEWA
Ririn Yulianingsih, S.Ds., MM - Alumni Pascasarjana Manajemen Bisnis UEU

Sejalan dengan hal itu, Deny Djukardi mengatakan bahwa Pertamina juga sudah menginformasikan masing-masing spesifikasi produk BBM dari Pertamina melalui aplikasi My Pertamina yang dapat diunduh di IOS maupun Android. Hanya saja, berapa banyak orang yang mengunduh aplikasinya dan memiliki ketertarikan untuk membacanya?

Di samping itu, harga juga menjadi pertimbangan dominan di benak masyarakat dalam membeli suatu produk. Ada perbedaan harga antara Premium Rp6.500, pertalite di Rp7.600, dan pertamax di angka Rp9.000-an.Yang sensitif bagi warga adalah soal harga, bukan soal kualitas.

Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi kepada masyarakat agar dapat teredukasi dengan baik sehingga dapat menerima perubahan dari kebijakan pemerintah untuk mewujudkan BBM ramah lingkungan. Jangan hanya menilik dari harga saja, tetapi isunya dari potongan harga atau diskon, kesehatan anak, BBM tanpa timbal, dan isu-isu yang lebih 'seksi' lainnya. Misalnya dikemas seperti ini, kalau kita menggunakan BBM yang tidak ramah lingkungan, maka kita akan mengalami dua kali kerugian, di antaranya jarak tempuh kendaraan yang lebih pendek dan kita harus mengeluarkan rupiah yang lebih banyak untuk melakukan perawatan mesin kendaraan.

Analoginya seperti ini, dengan pertalite dua liter, kita bisa menempuh perjalanan sekitar 30 km, padahal dengan jumlah liter yang sama, kita bisa menempuh 50 km dengan pertamax. Tentunya, belum banyak masyarakat yang sadar akan perbandingan ekonomis ini.

Yang kita (bahkan penulis dahulunya) tahu adalah harga premium dan pertalite yang lebih irit di kantong, apalagi untuk kalangan mahasiswa dan masyarakat kelas menengah ke bawah. Padahal, nyatanya memang lebih murah di awal tetapi pada akhirnya, kita harus merogoh kocek lebih untuk biaya perawatan dan pengisian ulang BBM yang cepat habis.

Oleh karena itu, mulai sekarang, yuk kita ganti jenis BBM kita. Ibaratnya, "Kalah di harga tetapi lebih irit pada pemakaian." Plus, bonusnya, kualitas udara dan lingkungan juga akan lebih membaik sehingga akan berdampak baik juga ke kesehatan kita dan orang-orang yang kita cintai.

Suksesnya Program Langit Biru ini ada di tangan kita sebagai masyarakat karena kita adalah end user dari BBM. Jangan jadikan ia hanya sebagai cita-cita semata, tetapi mari kita wujudkan ia sebagai realitas. Mumpung kualitas udara kita sedang baik, alangkah lebih baiknya kalau kesegaran udara ini kian kita jaga dan pertahankan.

Yuk para milenial, kita sebagai agent of change membuat perubahan kecil yang berdampak besar bagi bumi. Beda harga pertalite ke pertamax enggak jauh-jauh banget kok, malah lebih efektif dan efisien. (*)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved