5 Cara Melindungi Diri dari Serangan Stroke dengan Pilihan Makanan
Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah
American Heart Association merekomendasikan setidaknya konsumsi dua porsi ikan berlemak setiap minggu.
Jenis ikan yang bisa dijadikan pilihan antara lain salmon, mackerel, dan sarden. Konsultasikan kepada ahli gizi untuk mengetahui jumlah omega-3 yang dibutuhkan.
4. Batasi jumlah alkohol
Alkohol dapat meningkatkan tekanan darah yang merupakan faktor risiko utama stroke.
Baca juga: Jangan Sampai Terlambat, Kenali 3 Gejala Awal Serangan Jantung pada Wanita
Bagi yang terbiasa mengonsumsi alkohol, batasi jumlahnya yakni tidak lebih dari dua gelas sehari untuk pria dan satu gelas sehari untuk wanita.
5. Kurangi asupan garam
Mengonsumsi makanan asin memang terasa nikmat karena rasa gurihnya.
Tetapi, terlalu banyak asupan garam dapat meningkatkan risiko stroke.
American Heart Association merekomendasikan asupan natrium (kandungan dalam garam) tidak lebih dari 1.500 mg sehari.
Jumlahnya bisa lebih sedikit pada orang-orang dengan kondisi medis tertentu.
“Kurangi penggunaan garam dalam masakan dan jangan tambahkan garam saat makan,” kata Jaeger.
Dia menyarankan untuk mencoba mengganti garam dengan bumbu dalam masakan untuk meningkatkan cita rasa secara alami tanpa meningkatkan tekanan darah.
Garam juga bisa tersembunyi dalam makanan favorit seperti pizza, sup kalengan, roti, sandwich, dan saus.
Oleh karenanya, penting untuk memeriksa label saat hendak membeli makanan.
Pastikan kandungan garam atau natrium tidak melebihi batas. (Kompas.com/Maria Adeline Tiara Putri)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 5 Cara Mencegah Stroke dengan Pilihan Makanan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/sayur-dan-buah.jpg)