Selasa, 5 Mei 2026

KKB Papua

Ngotot Bela KKB Papua Bukan Teroris Karena Alasan HAM, Usmad Hamid Terbantahkan Data Mahfud MD

Sehingga wajar saja dicap sebagai organisasi teroris, karena melakukan teror dan menebar ketakutan.

Tayang:
Editor: Alza Munzi
Foto Facebook
Ilustrasi. Anggota KKB pimpinan Lamek Taplo disebut terlibat dalam penyerangan anggota TNI di Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Selasa (20/10/2020) 

merupakan tindakan pembunuhan di luar hukum oleh aparat keamanan yang memakan tujuh korban.

"Tahun 2021 saja, sudah ada setidaknya lima kasus dugaan pembunuhan di luar hukum oleh aparat keamanan, dengan total tujuh korban," tutur Usman.

Untuk itulah, Usman berpendapat bahwa pemerintah seharusnya fokus melakukan

investigasi terhadap pelanggaran yang terjadi di Bumi Cenderawasih, bukan pada upaya pelabelan teroris kepada anggota KKB.

"Pemerintah seharusnya fokus menginvestigasi kasus-kasus ini dan

menghentikan pembunuhan di luar hukum dan pelanggaran HAM lainnya di Papua dan

Papua Barat oleh aparat penegak hukum, daripada fokus terhadap label teroris," tutup Usman.

Hanya saja, pada Senin (3/5/2021), Mahfud MD membeberkan sebuah data mencengangkan terkait dengan aksi-aksi kekerasan yang dilakukan oleh KKB.

Dalam data yang dipaparkan oleh Mahfud MD, terkuak bahwa aksi kekejaman yang dilakukan KKB Papua sudah sangat berbahaya nan mematikan.

Menurut data yang diumumkan oleh Mahfud MD, disebutkan bahwa sudah ada 95 orang yang harus kehilangan nyawa akibat aksi-aksi kekerasan KKB Papua.

Lebih menyedihakan lagi, dalam data tersebut terungkap bahwa lebih dari

setengah dari jumlah korban tersebut adalah warga sipil yang tak berdosa.

Rinciannya adalah 59 warga sipil, 27 prajurit TNI, dan 9 personel Polri.

"Seluruhnya 95 orang, itu dengan tindakan yang sangat brutal," ujar Mahfud dalam

rekaman suara yang dirilis Kemenko Polhukam, Senin (3/5/2021), seperti dikutip dari kompas.com.

Selain korban jiwa, data yang dipaparkan oleh Mahfud MD juga menunjukkan bahwa jumlah korban luka sudah lebih dari 100 orang.

Jadi, sebenarnya siapa yang selama ini lebih banyak melanggar HAM? Apalagi menimbulkan korban jiwa rakyat sipil yang tak bersenjata. 

(intisari.grid.id)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved