Waspadai 10 Gejala Kekurangan Yodium
Melansir WebMD, yodium digunakan kelenjar tiroid dalam tubuh manusia untuk untuk membuat hormon tiroid.
BANGKAPOS.COM - Yodium adalah mineral esensial yang biasa ditemukan dalam makanan laut.
Melansir WebMD, yodium digunakan kelenjar tiroid dalam tubuh manusia untuk untuk membuat hormon tiroid.
Hormon tiroid adalah hormon yang diperlukan tubuh untuk membantu mengontrol pertumbuhan, memperbaiki sel yang rusak, dan mendukung metabolisme yang sehat.
Tetapi sayangnya, bayak orang dilaporkan berisiko mengalami kekurangan yodium.
Risiko kekurangan yodium tertinggi terjadi pada kelompok orang berikut:
* Wanita hamil
* Orang-orang yang tinggal di negara-negara di mana terdapat sangat sedikit yodium di dalam tanah, seperti negara-negara Asia Selatan, Asia Tenggara, Selandia Baru, dan Eropa
* Orang yang tidak menggunakan garam beryodium
* Orang yang mengikuti pola makan vegetarian atau vegan
Padahal kekurangan yodium dapat menyebabkan gejala yang tidak nyaman dan bahkan parah.
Gejala kekurangan yodium kiranya baik diketahui sebagai bagian dari upaya deteksi dini adanya masalah gizi ini dalam tubuh.
Kondisi yang bisa muncul akibat kekurangan yodium, termasuk pembengkakan di leher, masalah terkait kehamilan, kerusakan otak yang dialami oleh janin dalam kandungan, penambahan berat badan, hingga kesulitan belajar.
Gejalanya sangat mirip dengan hipotiroidisme atau hormon tiroid rendah.
Karena yodium digunakan untuk membuat hormon tiroid, kekurangan yodium berarti tubuh manusia tidak dapat menghasilkan cukup banyak hormon tiroid yang menyebabkan hipotiroidisme.
Baca juga: Mengintip Manfaat Kopi untuk Kesehatan Organ Hati
Gejala kekurangan yodium
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/freepik-ilustrasi-kelelahan.jpg)