Selasa, 5 Mei 2026

Jantung

Apakah Mengkonsumsi Minyak Zaitun Dapat Membantu Jaga Kesehatan Jantung? Simak Pejelasannya ini

pada beberapa orang, HDL bekerja lebih baik untuk memerangi peradangan. Semakin baik dalam memerangi peradangan, maka semakin kecil kemungkinan ...

Tayang:
Freepik
Ilustrasi minyak zaitun 

Apakah Mengkonsumsi Minyak Zaitun Dapat Membantu Jaga Kesehatan Jantung? Simak Pejelasannya ini

pada beberapa orang, HDL bekerja lebih baik untuk memerangi peradangan. Semakin baik dalam memerangi peradangan, maka semakin kecil kemungkinan ...

BANGKAPOS.COM -- Ada beberapa makanan yang dapat memengaruhi kadar HDL dalam tubuh.

Adapun HDL adalah, High-density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik dikenal sebagai jenis kolesterol yang dapat menjaga kesehatan sel.

Ada beberapa makanan yang dapat memengaruhi kadar HDL dalam tubuh.

Salah satunya adalah minyak zaitun atau olive oil.

Minyak zaitun kaya akan lemak sehat yang dapat berdampak positif pada kadar HDL sehingga baik untuk kesehatan jantung.

Baca juga: Penderita Wajib Tahun, Inilah 8 Cara Mengobati Penyakit Jantung Aritmia

Baca juga: Waspada, Ternyata Hipertensi Penyebab Utama Penyakit Jantung hingga Gagal Ginjal, Ini Pencegahannya

Baca juga: Nyeri di Dada Dikira Asam Lambung Ternyata Gejala Penyakit Jantung Koroner, Kenali Ciri-cirinya ini

Menurut American Heart Association (AHA), HDL dapat melawan peradangan yang berpotensi melindungi diri dari serangan jantung berbahaya.

Studi yang dipublikasikan di Circulation menemukan, pada beberapa orang, HDL bekerja lebih baik untuk memerangi peradangan.

Semakin baik dalam memerangi peradangan, maka semakin kecil kemungkinan seseorang mengalami serangan jantung atau penyakit kardiovaskular berbahaya lainnya.

Berdasarkan temuan tersebut, konsumsi minyak zaitun mungkin saja dapat membantu menjaga kesehatan jantung.

Kendati demikian, bukan berarti konsumsi minyak zaitun langsung membuat kadar HDL bekerja lebih baik untuk mencegah masalah jantung.

"Ini adalah studi bukti konsep. Masih terlalu dini untuk menyimpulkan hubungan perubahan potensial dengan praktik klinis," kata penulis studi Uwe Tietge, MD, PhD.

Temuan dari studi ini meminta agar orang-orang yang memiliki penyakit kardiovaskular tetap menjalani pengobatannya dan menjaga pola makan.

Baca juga: Bekerja dalam Waktu Panjang Berisiko Sebabkan Penyakit Stroke dan Jantung, Begini Penjelasan WHO

Baca juga: Jangan Sampai Lengah, Kenali Kondisi Orang yang Idap Gagal Jantung, Harus Dapatkan Perawatan Dokter

Baca juga: Waspada Jika Bengkak, Ini Gejala Gagal Jantung yang Bisa Dilihat Secara Kasat Mata dari Kaki & Perut

Baca juga: Hati-hati, Ini Sederet Makanan dan Minuman yang Buruk untuk Kesehatan Jantung

"Tidak ada makanan yang akan langsung memasukkan HDL ke dalam tubuh. Partikel HDL dihasilkan di dalam tubuh oleh hati (70 persen) dan usus (30 persen)" kata Dr. Tietge.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved