5 Makanan dan Minuman yang Bisa Berdampak Buruk bagi Hati
Memiliki kebiasaan makan yang tidak sehat bukan hanya menimbulkan lemak jahat dalam tubuh, tetapi juga berdampak buruk pada hati.
Hampir semua makanan yang diproses di dalam kemasan kotak, tas, atau kaleng adalah makanan yang diproses.
Makanan ini tidak hanya mengandung karbohidrat olahan dan gula tambahan, tetapi juga sering mengandung garam.
Penelitian pada hewan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry menunjukkan, asupan natrium yang tinggi dapat menyebabkan risiko tinggi kerusakan hati dan fibrosis.
4. Daging merah
Daging merah dan makanan lain yang tinggi lemak jenuh seperti makanan yang digoreng atau mengandung susu telah dikaitkan dengan penyakit hati berlemak nonalkohol.
Baca juga: 7 Manfaat Minum Kopi untuk Kesehatan
Sebuah studi di The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism membandingkan makan berlebihan dengan asam lemak jenuh dan makan berlebihan dengan asam lemak tak jenuh ganda selama delapan minggu.
Hasilnya ditemukan, hanya peningkatan konsumsi lemak jenuh yang meningkatkan kandungan lemak hati.
Demikian pula, sebuah studi tahun 2020 di Diabetes Care menunjukan, diet tinggi lemak jenuh memiliki efek kuat pada peningkatan tetesan trigliserida di hati.
5. Alkohol
Menurut University of Michigan Fatty Liver Disease Clinic, minum alkohol dalam jumlah sedang dapat menyebabkan akumulasi lemak tambahan di hati bagi orang-orang dengan penyakit hati berlemak nonalkohol.
Baca juga: 8 Masalah yang Bisa Timbul Karena Minum Kopi dan Cara Mengatasinya
Ahli hepatologi di sana merekomendasikan pasien NAFLD menghindari alkohol sepenuhnya atau setidaknya meminimalkan alkohol hingga kurang dari dua gelas sehari untuk pria dan satu gelas sehari untuk wanita.
Menghilangkan kebiasaan yang buruk bagi hati ini dapat membantu kita mencegah penyakit hati yang lebih parah.
Selain itu, manfaat lainnya juga dapat ditemukan melalui penurunan berat badan.
Berdasarkan laporan Journal of Clinical Investigation, sebagian besar kandungan lemak hati berasal dari jaringan adiposa.
Hanya kehilangan 10 persen dari berat badan saat ini meningkatkan kemungkinan berkurangnya lemak hati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/freepikcom_____alkohol.jpg)