Pantas Saja Dijuluki Kapal Hantu, Segini Kekuatan Mesin yang Sulit Dikejar Kapal Patroli Polisi

Pasalnya, dari dua kali penangkapan sebelumnya, satu kapal membawa barang terlarang.

Editor: Alza Munzi
Ist/Fb BKA Gaming
Kapal yang biasa dipakai menyelundup barang terlarang dan ilegal tersebut, terlihat tengah diburu anggota Direktorat Polair Polda Kepualauan Bangka Belitung menggunakan helikopter. 

Beberapa waktu sebelumnya, pernah ada kapal yang dijuluki kapal hantu itu membawa 12.000 botol minuman keras ilegal berbagai merek, Selasa (4/2/2020).

Sehingga penangkapan speed boat oleh Direktorat Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung bukan yang pertama kali.

Baca juga: 4 FAKTA Baru Helikopter Kejar Kapal Hantu di Perairan Bangka Belitung, Karam dan Ditemukan Jeriken

"Ini kapal hantu ketiga tangkapan Polda Kepulauan Bangka Belitung, dalam hal ini Dit Polairud kawasan perairan Bangka Belitung dengan Sumatera Selatan. Memang rawan penyelundupan," kata Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung Kombes Pol Maladi Senin (7/6/2021).

Berdasarkan data bangkaopos.com penangkapan kapal hantu pertama kali dilakukan oleh Dit Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung menggunakan helikopter BKO Mabes Polri pada 4 Februari 2020 di perairan Bangka Selatan.

Penangkapan dilakukan setelah jajaran Dit Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung mendapatkan informasi masyarakat ada kapal hantu melintas di perairan Bangka Barat.

Selanjutnya dilakukan pencegatan di perairan Bangka Selatan memotong jalur kapal menggunakan helikopter.

Setelah mesin kapal berhasil ditembak oleh Iptu Asmadi kapal hantu berhasil dikuasai dan dibawa ke Pelabuhan Sadai Bangka Selatan.

Ketika dibongkar muatan kapal ternyata berisi minuman keras berbagai merk terkenal selundupan dari luar negeri bernilai lebih dari Rp 8 miliar di pasaran.

Selanjutnya pada 26 Agustus 2020 kembali diamankan kapal hantu tanpa muatan.

Kapal hantu diamankan saat alami kerusakan oleh Kapal Patroli KP 2005 Dit Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung.

Terakhir 5 Juni 2021 Diamankan setelah dikejar menggunakan helikopter dari Perairan Bangka Barat kabur dan menabrakkan diri ke hutan bakau dikawasan Tanjung Jati Kabupaten OKI Provinsi Sumatera Selatan.

Para ABK berhasil kabur meninggalkan kapal ke dalam hutan.

Kapal tersebut ditemukan karam di perairan Dusun Tanjung Jati, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Minggu (6/6/2021) pagi.

"Saat petugas melakukan penyisiran akhirnya kapal tersebut berhasil ditemukan," ujar Kapolres OKI, AKBP Alamsyah Pelupessy melalui Kasat Polair, AKP Suprawira melalui telepon, Senin (7/6/2021).

AKP Suprawira menyebut, kapal belum atau tidak dapat dievakuasi saat itu karena kondisi air yang dangkal.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved