Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Ternyata Masih Ada Kasus Lain Pengambilan Paksa Jenazah Pasien Covid-19, Pelaku Diancam Pasal Ini  

Kasus pengambilan paksa jenazah pasien positif Covid-19, berbuntut keluarga pasien sebagai tersangka, bukanlah kasus terakhir yang ditangani oleh Satr

Penulis: deddy_marjaya | Editor: Fery Laskari
Darwinsyah/BangkaPos
Ilustrasi Pasien Covid-19 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kasus pengambilan paksa jenazah pasien positif Covid-19, berbuntut keluarga pasien sebagai tersangka, bukanlah kasus terakhir yang ditangani oleh Satreskrim Polres Bangka. Menurut Kapolres Bangka AKBP Widi Haryawan Jumat (6/8/2021) saat jumpa pers ada sejumlah kasus lainnya yang sedang didalami.

"Selain kasus pengambilan paksa jenazah Pasien Covid-19 Warga Belinyu ada kasus lainnya yang kita tangani di wilayah lain yakni di Kecamatan Pemali dan Kecamatan Sungaliat," kata AKBP Widi Haryawan,  Jumat (6/8/2021).

Sementara itu Satreskrim Polres Bangka menetapkan M Anwar Ali Zain Warga Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka sebagai tersangka kasus pengambilan paksa jenazah Pasien Covid-19 di RSUD Depati Bahrin. Pasien atas nama Achmad Mawardi yang meninggal dan dinyatakan positif Covid-19 ditolak keluarga saat akan dilakukan prosedur penanganan Pasien Covid-19.

M Anwar Ali Zain selaku adik pasien beserta keluarganya mengambil paksa jenazah dan membawanya pulang dari RSUD Depati Bahrin. Setelah mendalami laporan kejadian dari pihak RSUD Depati Bahrin ke Polres Bangka penyidik menetapkan M Anwar Ali Zain sebagai tersangka dijerat Pasal 14 Ayat (1) UU RI Nomor 4 Tahun 1984 berisi "dengan sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah menular". Ancaman pasal ini 1 tahun penjara dan denda setinggi tingginya Rp1.000.000 (satu juta rupiah).

Namun kasus ini tertunda saat M Anwar Ali Zain yang akan menjalani pemeriksaan hasil swab antigen positif. Selanjutnya pemeriksaan ditunda dan tersangka dibawa ke Mess Elminit PT Timah Tbk di Pemali guna menjalani isolasi dan perawatan covid 19.

Kasat Reskrim AKP Ayu Kusuma Ningrum mengatakan membenarkan ada kasus lain terkait jenazah Covid-19 yang mereka tangani. Yakni pengambilan paksa pasien di rumah sakit dan pembongkaran paksa jenazah yang telah dilakukan proses penanganan Covid-19.

"Selain warga Belinyu yang di Pemali juga sama kasusnya sedangkan yang di Sungaliat beda keluarga membongkar jenazah yang ada dalam peti kemudian mengeluarkan dan memandikan kembali sebelum dimakamkan," kata AKP Ayu Kusuma Ningrum.(Bangkapos.com/Deddy Marjaya)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved