Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kapolda Bangka Belitung Miris, Masih Ada Anggota yang Main dan Bisnis Tambang Timah dengan Pengusaha

Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Anang Syarif Hidayat, prihatin mendengar kabar adanya anggota bermain dan berbisnis tambang timah

Penulis: Antoni Ramli | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan
Kapolda Bangka Belitung, Irjen (Pol) Anang Syarif Hidayat 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --  Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Anang Syarif Hidayat, prihatin mendengar kabar adanya anggota bermain dan berbisnis tambang timah dengan sejumlah pengusaha.

Bahkan, mirisnya lagi modal usaha penambangan tersebut menggunakan pinjaman bank.

"Masih ada saja anggota  menambang bekerja sama dengan pengusaha dan  broker-broker tertentu, melakukan penambangan bahkan modalnya menggunakan pinjaman dari Bank, nah ini menyedihkan," ungkapAnang, Jumat (13/8/2021) kepada Bangkapos.com.

Baca juga: Maria Vania Pakai Bikini Hijau, Warganet Heboh Sendiri Karena Ulahnya yang Satu Ini

Baca juga: Harga Terbaru Uang Koin Rp1000 Bergambar Kelapa Sawit, Bank Indonesia dan Kolektor Buka Fakta

Jenderal bintang dua tersebut pun mewanti-wanti masing-masing pimpinan satuan kerja (Satker) agar hal semacam terjadi. Terlebih melakukan aktivitas tambang dengan cara cara ilegal.

"Seperti ini hal yang perlu kita cermati jangan sampai terjadi,yang jelas penambangan di Babel kalau tidak sesuai aturan yang ada, IUP dan tidak memiliki izin yang jelas Ilegal," bebernya.

Anang tak menampik jika Bangka Belitung, notabene penghasilan masyarakatnya ditopang dari sektor pertambangan timah.

Baca juga: Pedagang Ini Nekat Gunakan Daging Manusia Sebagai Topping Mie, Kondisi Dapur Mengerikan, Ada Bercak

Baca juga: Greysia Polii Jual Sepatu ke Presiden Jokowi, Harganya Disebut Mahal, Ini Penjelasan sang Atlet

Namun, sektor penambangan ilegal tersebut sifatnya untung-untungan dan tidak bisa langgeng.

"Kalau ilegal itu nasib nasib ya naik turun aja, kadang untung kadang buntung, ini yang perlu ditanamkan kepada anggota kita, memang di sini potensi kita nambang. Tapi ingat tambang yang ilegal itu pasti tidak langgeng, lamban laun mereka akan kena dampaknya. Untuk itu beri pengertian kepada anggota agar mereka profesional dalam bertugas," ungkap Anang.

"Kalau punya jiwa bisni, bisnis lah dengan cara yang legal, yakinkan bahwa dengan posisi dan penghasilan dia, potensi untuk mendapatkan hal hal di luar gaji ada saja, asal mau berkreasi dan berkreatifitas. Kalau pun tidak dengan gaji yang sudah ada, cukup untuk menghidupi dirinya dan keluarga, lambat laun pasti akan terus meningkat," imbau Anang.

(Bangkapos.com/Anthoni Ramli)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved