Apa Itu Badai Sitokin, yang Mengancam Nyawa Penderita Covid-19 dan Terapi untuk Meredamnya

Sitokin adalah protein yang dihasilkan sistem kekebalan tubuh untuk melakukan berbagai fungsi penting

Editor: Alza Munzi
Istimewa via ugm.ac.id
ustrasi obat untuk pasien Covid-19 

BANGKAPOS.COM - Banyak kejadian penderita Covid-19 yang awalnya tampak sehat, lalu mengalami penurunan kesehatan.

Bahkan, dapat berakibat fatal yang berujung kematian.

Bisa saja itu karena badai sitokin yang terjadi pada paru-paru ketika seseorang terinfeksi Covid-19.

Kasus yang menimpa Deddy Corbuzier bisa menjadi contohnya.

Baca juga: Titik Terang Kasus Pembunuhan di Subang, Polisi Temukan Jejak Kaki Hingga Pelaku Diduga Orang Dekat

Youtuber itu awalnya merasakan dirinya sehat lalu tiba-tiba drop karena paru-parunya diserang virus Corona.

Apakah badai sitokin dapat dikendalikan?

Sitokin adalah protein yang dihasilkan sistem kekebalan tubuh untuk melakukan berbagai fungsi penting dalam penanda sinyal sel. 

Baca juga: PPKM Berakhir Besok, Kasus Covid-19 di Sejumlah Daerah Meningkat Setelah Pengetatan Dilongkarkan

Saat SARS-CoV-2 memasuki tubuh, sel-sel darah putih akan merespons dengan memproduksi sitokin

Sitokin lalu bergerak menuju jaringan yang terinfeksi dan berikatan dengan reseptor sel tersebut untuk memicu reaksi peradangan.  

Reaksi berlebihan sistem kekebalan tubuh inilah yang disebut sebagai badai sitokin atau cytokine storm.

Baca juga: Siap Siap Hari Patah Hati Nasional, Ariel NOAH Akhirnya Bakal Menikah Setelah 13 Tahun Menduda

“Pada kasus Covid-19, sitokin bergerak menuju jaringan paru-paru untuk melindunginya dari serangan SARS-CoV-2,”

ujar penanggungjawab Logistik dan Perbekalan Farmasi RSUP Dr. Kariadi Semarang, Mahirsyah Wellyan TWH., S.Si., Apt., Msc. dikutip dari Kompas.com, Sabtu (16/5/2020) lalu.

Lebih lanjut, sebenarnya apa yang dialami oleh tubuh saat badai sitokin ini terjadi?

Peradangan pada paru-paru

Normalnya, sitokin hanya berfungsi sebentar dan akan berhenti saat respons kekebalan tubuh tiba di daerah infeksi.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved