Rabu, 29 April 2026

Waspadai 4 Gangguan Kemih Akibat Diabetes

Penelitian menunjukkan infeksi saluran kemih cenderung lebih parah, lebih umum, dan memiliki hasil yang lebih buruk bagi penderita diabetes tipe 2

Editor: suhendri
freepik
Ilustrasi 

Ketika otot ini tidak berfungsi dengan baik, urine bisa keluar tanpa sadar.

Peningkatan kadar gula darah dapat bertanggung jawab atas serangkaian masalah yang pada akhirnya berkontribusi pada poliuria.

Ketika ada tambahan gula dalam darah, tubuh menyedot cairan dari jaringan dalam tubuh untuk membantu mengeluarkannya.

Kelebihan gula disaring oleh ginjal, yang menarik air ke dalam urine, menyebabkan poliuria.

Pilihan pengobatan untuk disfungsi kandung kemih sendiri termasuk:

* Obat-obatan

* Metode pelatihan kandung kemih seperti waktu berkemih

* Stimulasi listrik

* Latihan kegel

* Pembedahan atau operasi

Pilihan lainnya, yakni suntik Botox (onabotulinumtoxin A).

Suntik Botox sering diresepkan untuk mengobati kandung kemih yang terlalu aktif pada orang dengan multiple sclerosis.

Terapi ini telah terbukti bermanfaat bagi orang-orang yang memiliki masalah kandung kemih karena diabetes.

2. Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) terkait diabetes dapat memengaruhi uretra, kandung kemih, atau ginjal.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved