Breaking News:

Waspadai 4 Gangguan Kemih Akibat Diabetes

Penelitian menunjukkan infeksi saluran kemih cenderung lebih parah, lebih umum, dan memiliki hasil yang lebih buruk bagi penderita diabetes tipe 2

Editor: suhendri
freepik
Ilustrasi 

Penelitian menunjukkan infeksi saluran kemih cenderung lebih parah, lebih umum, dan memiliki hasil yang lebih buruk bagi penderita diabetes tipe 2.

Infeksi ini juga mungkin disebabkan oleh bakteri yang sangat resisten terhadap pengobatan.

Gejala infeksi saluran kemih, termasuk:

* Sering buang air kecil

* Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil

* Urine kemerahan atau keruh

Wanita mungkin mengalami sensasi tekanan di atas tulang kemaluan.

Sementara itu, pria mungkin merasakan kepenuhan di rektum.

Jika ginjal terlibat, gejala tambahan dapat terjadi, termasuk mual, nyeri punggung atau samping, dan demam.

Neuropati otonom dapat berperan dalam infeksi saluran kemih yang terkait dengan diabetes.

Seperti yang dijelaskan oleh American Diabetes Association (ADA), "Kelumpuhan kandung kemih adalah gejala umum dari jenis neuropati ini. Ketika ini terjadi, saraf kandung kemih tidak lagi merespons tekanan secara normal karena kandung kemih terisi dengan urine. Akibatnya, urine tetap berada di kandung kemih, menyebabkan infeksi saluran kemih".

Kadar gula darah yang tinggi juga dapat menciptakan tempat berkembang biak yang subur bagi bakteri dan menyebabkan infeksi saluran kemih.

Untuk menyembuhkan infeksi saluran kemih, antibiotik biasanya diperlukan.

3. Disfungsi seksual

Dilansir dari Medical News Today, saluran kemih terkait erat dengan organ serta struktur yang mendukung kinerja dan hasrat seksual.

Oleh sebab itu, ketika diabetes memengaruhi saluran kemih, kinerja dan hasrat seksual sering terkena juga.

Hal ini dapat berlaku untuk pria maupun wanita, tetapi dengan cara yang agak berbeda.

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), disfungsi seksual karena diabetes dapat terjadi sebagai akibat dari kerusakan saraf dan pembuluh darah yang mensuplai organ reproduksi dan atau struktur di sekitarnya.

Pengobatan untuk disfungsi seksual yang disebabkan oleh diabetes tipe 2 akan sangat bergantung pada sifat masalahnya.

Misalnya, seorang wanita yang mengalami rasa sakit saat berhubungan seks mungkin perlu mendapatkan bantuan dengan penggunaan pelumas.

Sementara seorang pria yang berjuang dengan disfungsi ereksi dapat mengambil manfaat dari pengobatan.

4. Penyakit ginjal (nefropati diabetik)

Selain hipertensi, diabetes adalah salah satu penyebab utama penyakit ginjal kronis.

Menurut NIDDK, sekitar satu dari empat orang dengan diabetes akan mengembangkan penyakit ginjal atau biasa disebut juga sebagai nefropati diabetik.

Nefropati diabetik cenderung berkembang dalam jangka waktu yang lama karena kerusakan progresif pada struktur fungsional ginjal (nefron).

Ada lebih dari satu juta nefron di setiap ginjal, di mana masing-masing berisi sekelompok pembuluh darah (glomerulus) yang berfungsi untuk menyaring zat sisa dan membuang cairan serta elektrolit berlebih dari tubuh.

Ketika nefron tidak dapat melakukan ini dengan benar, limbah dan cairan dapat menumpuk di dalam darah alih-alih seharusnya dibuang meninggalkan tubuh.

Penyakit ginjal kronis dapat menyebabkan sedikit gejala yang jelas sampai berkembang ke titik hampir gagal ginjal sebagai komplikasi yang berpotensi fatal.

Menurut National Kidney Foundation, diabetes tipe 2 dan tekanan darah tinggi adalah penyebab utama gagal ginjal.

Untuk alasan ini, sangat penting bagi penderita diabetes tipe 2 untuk menjalani tes rutin untuk tanda-tanda disfungsi ginjal.

Tes yang dapat digunakan termasuk tes ACR (albumin to creatinine ratio) dan GFR (glomerular filtration rate).

ACR adalah tes urine untuk melihat berapa banyak albumin (sejenis protein) dalam urine Anda.

Kadar albumin tinggi adalah tanda awal kerusakan ginjal.

Sementara itu, GFR adalah ukuran fungsi ginjal berdasarkan tes darah. GFR Anda akan menentukan mana dari lima tahap penyakit ginjal yang Anda miliki.

Untuk mengatasi nefropati diabetik, kita perlu mengelola penyakit yang menyebabkannya.

Pada kasus diabetes, ini mungkin termasuk:

* Mengendalikan glukosa darah dan tekanan darah

* Mengurangi protein makanan

* Minum obat seperti yang ditentukan oleh dokter

Pada dasarnya, mengambil langkah-langkah ini, serta membuat perubahan gaya hidup penting lainnya, seperti menurunkan berat badan, meningkatkan aktivitas, dan berhenti merokok diyakini dapat membantu mencegah atau mengobati semua gangguan saluran kemih akibat diabetes tipe 2(Kompas.com/Irawan Sapto Adhi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 4 Gangguan Kemih Akibat Diabetes yang Perlu Diwaspadai

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved