Breaking News:

bangka pos hari ini

Wali Kota Ancam Pecat ASN Narkoba

Kita langsung tindaklanjuti, kalau memang dia terbukti akan dipecat. Kalau misalnya satu tahun saja tuntutan sudah pasti saya pecat.

Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil 

BANGKAPOS.COM - Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil mengancam akan memecat pegawainya yang terlibat Narkoba.

Hal ini disampaikannya setelah seorang PNS yang berdinas di Kelurahan Gajah Mada, Vivir Irham alias Irham (35) diamankan Tim Kalong Satres Narkoba Polres Pangkalpinang, Selasa (14/9/2021).

"Kita langsung tindaklanjuti, kalau memang dia terbukti akan dipecat. Kalau misalnya satu tahun saja tuntutan sudah pasti saya pecat," kata Molen, sapaan akrabnya, Kamis (16/9/2021).

Molen mengaku kecolongan dengan kejadian ini. Diakuinya, kejadian ini menjadi preseden buruk bagi Pemerintah Kota Pangkalpinang. Apalagi Irham diduga sebagai bandar hingga pengedar ganja.

Baca juga: Media Awards 3 Tahun Kepemimpinan Mulkan-Syahbudin, Independen dan Dinilai Murni oleh Dewan Juri

Baca juga: Kabar Gembira, 18 September Ada Vaksinasi Lagi, Kerja sama NasDem dan Polda Babel  

Bahkan, berdasarkan track record dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Pangkalpinang, Irham sempat menjalani rehabilitasi sekitar 10 tahun yang lalu.

"Ini menjadi preseden buruk bagi kita. Terkait Narkoba ini rumah tangga rusak, karir rusak bahkan kena pecat. Jadi jangan dekat-dekat dengan Narkoba," tegas Molen.

Molen menegaskan, pihaknya tak akan segan-segan memberikan sanksi yang berat bagi pegawainya mulai dari PNS maupun pegawai harian lepas (PHL) yang kedapatan menggunakan Narkoba.

"Narkoba itu tidak kenal selesai kapan, sudah terkena sekali itu sangat berbahaya. Oleh sebab itu tolong jangan sampai kita sedikitpun bermain api dengan narkoba," jelasnya.

Baca juga: Kasus Oknum PNS Bandar Ganja, Statusnya Resmi Tersangka

Kepala BNNP Babel, Brigjen Pol M Zainul Mutaqqien mengakui perlu adanya langkah komperehensif dalam mencegah terjadinya peredaran dan penyalahgunaan Narkoba di kalangan PNS.

"Kasus oknum PNS ini tentunya menjadi perhatian kita semua. Kita sudah punya Inpres nomor 2 tahun 2020. Di mana wali kota dan bupati harus peduli dengan Inpres tadi," ujar Zainul Muttaqien.

Ia menjelaskan dalam penerapan Inpres tersebut, wali kota dan bupati, harus membentuk tim rencana aksi nasional, P4GN secara terpadu dengan melibatkan aparat penegak hukum setempat.

"Jadi mereka (wali kota/bupati) harus membentuk tim terpadu, yang melibatkan BNN, TNI, Polri, Kejaksaan. Inpres itu berlaku untuk seluruh, bukan ASN aja, TNI, Polri, kementerian, kepala daerah sampai kepala desa adanya tim terpadu itu, tahapannya mulai dari sosialisasi hingga cek urin secara rutin selama enam bulan sekali. Pertanyaannya sekarang rencana aksi itu sudah dibentuk dan dijalankan belum," katanya.

Baca juga: Pria Ini Rela Pakai Rok Demi Selingkuhi Istri Orang, Ditangkap Subuh, Ternyata Curiga Kakinya Besar

Diberitakan sebelumnya, tiga tersangka penyalahgunaan narkotika jenis ganja ditangkap Tim Kalong Satresnarkoba Polres Pangkalpinang di dua lokasi yang berbeda, di Kota Pangkalpinang, Selasa (14/9) sekitar pukul 20.15 WIB.

Ketiganya yaitu Dudy Gilang Winata alias Gilang (23) seorang mahasiswa, Vivir Irham alias Irham (35) merupakan PNS di Kota Pangkalpinang, dan Reza Prawestri alias Acai (27), ketiganya warga Kelurahan Keramat, Rangkui. (mg1/ara)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved