Selasa, 2 Juni 2026

bangka pos hari ini

Razia Prokes 2 Kali Seminggu, Pangkalpinang Masih Masuk PPKM Level 3

Satpol PP Kota Pangkalpinang memastikan rutin melakukan razia protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 di sejumlah tempat keramaian di wilayahnya.

Tayang:
Penulis: Ajie Gusti Prabowo | Editor: Fitri Wahyuni
bangkapos.com
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja(Kasatpol PP) kota Pangkalpinang Efran. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah) 

Sekda Kota Pangkalpinang, Radmida Dawam mengatakan pihaknya tetap menyiapkan dua Isoter Covid-19. Menurutnya, saat ini Isoter sedang dalam masa perbaikan, dan pembangunan tetap dilanjutkan.

"Intinya kita tetap menyiapkan dua Isoter, meskipun saat ini kasus Covid-19 kita sudah cenderung menurun, kita renovasi agar kita selalu siap siaga lonjakan-lonjakan kasus, tapi kita berharapnya itu tidak terpakai," ungkap Radmida.

Baca juga: Nilai Perekonomian Babel Meningkat di Tahun 2021, DPRD Dukung Kenaikan UMP

Ia menegaskan, penambahan tersebut memang dirasa sangat penting.

"Pada intinya Pemerintah Kota Pangkalpinang siap isolasi terpadu untuk masyarakat di Kota Pangkalpinang. Kita sama sekali tidak mengganggu aktivitas di sana, tepatnya di belakang ruang pertemuan tapi kita tidak menutup akses di sana. Jaraknya juga cukup jauh kami sudah cek ke lapangan dan itu aset Pemkot di bawah Dinas Pendidikan," jelasnya.

"Kalau sudah kita baguskan nantikan bisa kita gunakan untuk gedung diklat, makanya tetap kita siapkan sampai kasus Covid-19 ini benar-benar melandai nanti," tambah Radmida. (t2)

Sudah 50 Persen

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi mengakui renovasi SKB sebagai tempat isolasi terpadu (Isoter) saat ini sudah selesai kurang lebih 50 persen.

Dengan 16 kamar yang tersedia beserta WC di dalamnya, dalam satu kamar mampu menampung dua orang atau disediakan dua tempat tidur dengan pembatas.

"Saat ini sedang pengecatan dibersih-bersih lah semuanya, paling lama tiga minggu lagi. Ada 16 kamar yang direnovasi, tapi satu kamar bisa terisi dua orang jadi mungkin bisa menampung sekitar 30-an orang," ungkap Eddy yang juga pengelola SKB ini.

Baca juga: Pastikan Pasokan BBM di Bangka Belitung, Gubernur Bangka Belitung Audensi dengan GM Pertamina

Ia mengatakan anggaran untuk rehab Isoter ini, menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT) Covid-19 Kota Pangkalpinang. "Untuk renovasi kita gunakan anggaran BTT Covid-19, jadi belum selesai semuanya, belum bisa kita hitung," jelasnya.

Pihaknya tak mempermasalahkan jika UPT SKB di Tuatunu dijadikan tempat isolasi terpadu Covid-19.

"Sebetulnya itu seperti asrama tempat latihan, cuma keadaannya yang perlu diperbaiki, makanya nanti akan kita perbaiki dulu. Kita tidak masalah dan SKB juga lokasinya sangat strategis jauh dari pemukiman, saya pikir sangat aman di situ, tinggal manajemennya saja," ungkap Eddy.

Menurutnya, kalau dioptimalkan semuanya, SKB Tuatunu itu bisa menampung 60 orang dengan penyekatan.

"Kita itukan ada 16 ruangan di SKB jadi dalam satu ruangan bisa digunakan untuk dua orang, aula juga nanti bisa kita manfaatkan tapi yang kita gunakan ruangan yang di luar aula dulu atau yang kamar dulu," jelasnya. (t2)

Sumber: bangkapos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved