Breaking News:

Berita Bangka Barat

Manfaatkan Aplikasi My SAPK BKN, Kejari Bangka Barat Capai 100 Persen Pemutakhiran Data

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangka Barat Helena Octavianne, didampingi Kasubbagbin Desemanto, mengikuti kegiatan monitoring dan evaluasi

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: nurhayati
(Ist/Kejari Bangka Barat).
Kajari Bangka Barat Helena Octavianne, saat mengikuti program pemutakhiran data mandiri ASN. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangka Barat Helena Octavianne, didampingi Kasubbagbin Desemanto, mengikuti kegiatan monitoring dan evaluasi dalam rangka pelaksanaan program pemutakhiran data mandiri ASN di Kejaksaan RI melalui zoom meeting bertempat di Digital Center Kejari Bangka Barat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindaklanjut, hasil monitoring persentase aktivasi My SAPK BKN di Kejaksaan RI.

Hal ini merupakan aplikasi untuk memudahkan para pegawai negeri yang saat ini, sedang gencar-gencarnya disosialisasikan oleh BKN.

My SAPK BKN adalah sistem aplikasi pelayanan kepegawaian milik BKN yang bertujuan, untuk memudahkan PNS dalam mendapatkan pelayanan kepegawaian di seluruh instansi agar dapat mengakses data kepegawaian.

Diantaranya data profil PNS, KPE Virtual, notifikasi layanan kenaikan pangkat dan pensiun, E-Lapkin, data KTP, BPJS Kesehatan, Taspen dan lainnya sehingga diharapkan data kepegawaian secara nasional akan lebih akurat.

Helena Octavianne mengatakan pedoman pengisian data kepegawaian pada aplikasi My SAPK BKN, berdasarkan Keputusan Kepala BKN Nomor 87 Tahun 2021 tentang pemutakhiran data mandiri aparatur sipil negara dan pejabat pimpinan tinggi non aparatur sipil negara secara elektronik.

"Kejari Bangka Barat sudah 100% mengisi pemutakhiran data dalam aplikasi My SAPK BKN yang artinya, seluruh ASN yang ada di Kejari Bangka Barat telah selesai mengisi dan melengkapi data kepegawaian pada aplikasi My SAPK BKN tersebut. Hal tersebut mendapatkan apresiasi secara langsung dari Biro Kepegawaian Kejaksaan RI, pada saat mengikuti monitoring dan evaluasi," kata Helena, Jumat (01/10/2021).

Helena juga menyebutkan beberapa manfaat dari aplikasi My SAPK BKN bagi pegawai ASN, terutama menyangkut data pegawai. 

"Untuk memudahkan ASN dalam menyimpan data atau informasi, menyampaikan informasi pribadi atau data diri langsung ke database BKN. Memudahkan ASN dalam mengubah beberapa informasi dengan lebih cepat, memudahkan permasalahan administrasi ketenagakerjaan milik para ASN. Memudahkan ASN dalam mengecek kepegawaiannya di BKN, serta memudahkan BKN dalam memperbarui informasi dan data milik ASN atau pegawai," katanya.

Helena berharap dengan adanya aplikasi My SAPK BKN tersebut, proses administrasi kepegawaian ASN atau BKN mengalami kemudahan baik untuk ASN itu sendiri maupun untuk BKN.

"Sehingga diharapkan agar ASN dapat menyesuaikan diri, dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Hal tersebut juga sesuai dengan Perintah Harian Jaksa Agung RI yaitu untuk mewujudkan Kejaksaan Digital dalam penyelenggaraan manajemen teknologi informasi dan sistem satu data kejaksaan," ucapnya.

(Bangkapos.com/Rilis/Rizky Irianda Pahlevy).

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved