Bangka Pos Hari Ini

Aneh, Bangka Masih Level 4, Data Kemenkes dan Menko Perekonomian Berbeda

Boy Yandra dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, dr Then Suyanti mengaku bingung dengan keputusan pusat yang kembali menetapkan Bangka masuk d

Penulis: Herru Windharko | Editor: fitriadi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas gabungan memberhentikan kendaraan yang melanggar protokol kesehatan untuk mengikuti sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Senin (2/8/2021). Dalam sidang tersebut, hakim tunggal menjatuhkan Rp 100 ribu per orang yang terbukti melanggar protokol kesehatan yakni tidak memakai masker saat pemberlakuan PPKM Level 4. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, dr Then Suyanti mengaku bingung dengan keputusan pusat yang kembali menetapkan Bangka masuk dalam wilayah dengan status PPKM level 4.

Padahal menurut keduanya berdasarkan asesmen situasi Covid-19 yang dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per tanggal 2 Oktober 2021 lalu menyebutkan bahwa Kabupaten Bangka, turun atau masuk level 3.

"Memang kemarin kita belum berani publish telah dinyatakan level 3. Waktu itu diumumkan ada 7 kabupaten/kota yang masih level 4 dan Kabupaten Bangka tidak ada di dalamnya," kata Boy kepada Bangka Pos, Senin (4/10).

Ia menambahkan tak hanya melalui asesmen Kemenkes RI, pemaparan dari BPBD Provinsi Bangka Belitung juga menyebutkan bahwa Kabupaten Bangka sudah turun ke level 3.

"Kita enggak tahu juga apakah pengumuman kemarin itu ada yang salah ketik atau salah penyampaian," keluh Boy yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bangka.

Baca juga: PPKM Diperpanjang Sampai 18 Oktober 2021, Syarat Naik Pesawat Masih Pakai PCR?

Baca juga: Wali Kota Berharap Pangkalpinang Turun PPKM Level 2, Kasus Menurun Pemkot Tetap Sediakan Dua Isoter

Sementara menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, dr Then Suyanti adalah suatu hal yang aneh Bangka masih bertahan di level 4.

"Semua angkanya sudah turun, saya juga merah aneh kenapa masih level 4. Dari sekian banyak data yang dapat diakses termasuk di laman vaksin.kemkes.go.id datanya juga menunjukan Kabupaten Bangka turun menjadi level 3,” ungkap Then kepada Bangka Pos, Senin (4/10).

Ia juga menyebutkan saat pemaparan rilis dari Kemenkes secara virtual, Jumat (2/10) yang menyatakan Bangka turun ke level 3 disaksikan langsung oleh Wakil Bupati dan Sekda Bangka.

"Berdasarkan paparan pada Jumat kemarin sudah jelas kita level 3. Bahkan saat itu juga disaksikan langsung Pak Wakil Bupati dan Pak Sekda, kok anehnya tiba-tiba masih level 4, apa dasarnya," tanya Then.

Ia juga mempertanyakan terdapat perbedaan data yang dipaparkan pada rapat virtual Jumat (2/10) lalu dengan data yang disampaikan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartanto, Senin (4/10).

“Pada data yang disampaikan melalui rapat virtual Jumat lalu diketahui ada 7 kabupaten/kota yang masuk kategori PPKM level 4 yakni, Pidie, Kota Padang, Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Kutai Kertanegara, Bulungan dan Kota Tarakan,” bebernya.

Sementara lanjut Then yang diumumkan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartanto melalui YouTube Sekretariat Presiden, jumlahnya ada 6 kabupaten/kota yakni, Pidie, Bangka, Padang, Banjarmasin, Bulungan, dan Tarakan.

"Itu anehnya, padahal sebelumnya Kabupaten Bangka enggak ada di data Kemenkes, dari yang seharusnya 7 (Data Kemenkes) jadi 6 dan ada yang dihilangkan 1," ucap Then.

Ia menegaskan pihaknya akan mengevaluasi lagi hal tersebut dan bertanya langsung kepada pemerintah pusat pada Jumat (8/10) nanti.

"Evaluasi rapat virtual dilakukan setiap Jumat, nanti akan kita tanyakan lagi kenapa bisa begitu," imbuhnya.

Testing Terbatas

Diketahui pemerintah resmi memperpanjang lagi PPKM selama 2 pekan. PPKM di luar Jawa dan Bali diperpanjang 5-18 Oktober 2021.

Dari sejumlah kabupaten dan kota luar Jawa dan Bali, PPKM level 4 masih diberlakukan di Kabupaten Bangka dan lima kabupaten/kota lainnya.

Kabupaten Bangka menjadi satu-satunya wilayah di Bangka Belitung yang masih diberlakukan PPKM level 4 dan terhitung sudah kali kelima masa perpanjangan PPKM level 4 di Kabupaten Bangka.

Baca juga: Cek NIK Kamu, Bantuan Rp 1 Juta Bisa Masuk ke Nasabah Bank BRI, BNI, BTN, dan Mandiri, Ini Caranya

Baca juga: Buruan, Bank BRI Bagi-bagi Pinjaman Rp 50 Juta Tanpa Jaminan, Bebas Biaya Administrasi

Keputusan Kabupaten Bangka tetap level 4 lantaran indikator-indikator yang ditetapkan pemerintah pusat untuk turun level belum terpenuhi.

Hal itu disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya yang disiarkan secara live di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (4/10).

Dia mengatakan, 6 kabupaten/kota yang masih masuk dalam ketagori PPKM level 4 karena masih belum mencapai target yang ditentukan atau testing masih relatif terbatas, atau ada sedikit kenaikan tingkat kasus positif (positivity rate).

"Kita tetap menetapkan 6 kabupaten/kota itu di level 4, yaitu di Kabupaten Pidie, Bangka, Padang, Banjarmasin, Kabupaten Bulungan, dan Tarakan," paparnya.

Sedangkan 44 kabupaten/kota masuk ke dalam level 3, meningkat dari sebelumnya 108 daerah, 292 kabupaten/kota diterapkan PPKM level 2 dari sebelumnya 249 daerah, serta 44 kabupaten/kota untuk PPKM level 1 dari sebelumnya 19 kabupaten/kota.

"Terkait pembatasan di periode 5-18 Oktober, sama dengan periode sebelumnya pengendalian tatap muka sesuai SKB Mendikbud & Ristek," ucapnya.

Sementara itu vaksinasi kabupaten kota masih di bawah rata-rata, yakni di bawah 45 persen.

Sedangkan capaian vaksinasi lansia di 7 kabupaten kota juga masih di bawah Nasional atau di bawah 30 persen.

Dengan indikator itu, perpanjangan PPKM luar Jawa dan Bali juga diusulkan 2 minggu ke depan yaitu tanggal 5-18 Oktober 2021 dengan cakupan 6 kabupaten kota, dari sebelumnya 10 kabupaten kota.

“Yaitu kabupaten kota yang salah satunya levelnya masih belum mencapai target yang ditentukan atau testingnya masih relatif terbatas, dan masih ada kenaikan positivity rate. Walaupun level-level tersebut lebih rendah dari level yang ada,” paparnya.

Berharap Turun

Sementara Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga masih belum turun level.

Sesuai yang diumumkan Menko Perekonomian, provinsi ke-31 ini masih bertahan di level 3 bersama tiga provinsi lainnya di luar Jawa dan Bali.

Sebelumnya Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman sangat berharap ada penurunan level Provinsi Bangka Belitung oleh pemerintah pusat terkait perpanjangan PPKM.

"Insya Allah kita doakan bersama-sama akan kita turunkan, Insya Allah," jelas Erzaldi kepada Bangka Pos, Senin (4/10).

Dia menambahkan mengenai perpaanjangan PPKM nantinya akan ada beberapa sektor yang harus difokuskan penangananya.

"Kita harus ikut pemerintah pusat, makanya kita menunggu sampai kapan. Yang pasti usaha kita akan lebih baik dengan adanya dukungan dari masyarakat," lanjutnya.

Dia juga mengharapkan Bangka Belitung dapat mencontoh DKI Jakarta dalam menangani pandemi yang sudah masuk zona hijau. Terutama dalam mencapai kekebalan kelompok dengan pelaksanaan vaksinasi.

"Lihat DKI Jakarta sudah terbentuk herd immunity, yang terpapar sudah sedikit sekali dan sudah hijau. Kita ingin mengikuti hal seperti itu," katanya.

Dia menjelaskan, satuan tugas khusus (Satgasus) yang telah terbentuk yaitu, satgas vaksin, isolasi terpadu, tracking/tracing, oksigen/obat-obatan dan satgas anggaran, sebagai upaya memprioritaskan penanganan Covid-19 di Babel.

Serupa diungkapkan Sekretaris Satgas Percepatan, Penanganan Covid-19 Babel, Mikron Antariksa.

Ia mengharapkan Babel dapat turun level dari 3 ke level 2.

"Karena beberapa indikator dalam penanganan Covid-19 di Babel dari kasus positif, kematian, sudah menurun termasuk pencapaian vaksinasi kita telah mencapai 49,91 persen. Sedikit lagi mencapai 50 persen, artinya sudah hampir setengah penduduk Babel sudah divaksin," jelas Mikron.

Selain itu kata Mikron berdasarkan asesmen Kementerian Kesehatan RI, ada beberapa daerah di Babel telah mencapai level 1 hingga 2.

"Ada beberapa daerah seperti di Basel masuk level 1 dan Bangka Barat masuk level 2, tetapi itu berdasarkan asesmen Kemenkes. Untuk pastinya kita tunggu saja pengumum dari pemerintah, apakah Provinsi Babel juga turun menjadi level 2," bebernya.

Dia menegaskan apabila Bangka Belitung turun level tentunya ada kelonggaran yang dilakukan pemerintah daerah dalam memberikan izin seperti tempat hiburan malam.

"Tentunya nanti apabila levelnya turun ada kelonggaran diberikan, tetapi tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker dan harus sudah divaksin," terangnya.

Hingga Minggu (3/10) kemarin berdasarkan data Satgas Covid-19 Babel, kasus harian konfirmasi positif Covid-19 bertambah 33 kasus sehingga total 51.335 kasus, sembuh 71 kasus total 49.140 kasus dan meninggal dunia 2 kasus total 1.400 kasus.

Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil juga mengharapkan Kota Pangkalpinang kali ini turun level menjadi level 2 dari level 3.

"Mudah-mudahan harapan kita bisa turun level 2. Apalagi kemarin kita sempat 0 penambahan kasus, semoga saja dengan kondisi ini bisa membuat kita turun level 2, tapi kan banyak sekali indikatornya bukan hanya kasus saja. Harapan kita bisa turun ke level 2 atau bahkan lompat ke level 1," ujar Molen sapaan akrab Maulan Aklil kepada Bangka Pos, Senin (4/10).

Molen menegaskan, jika Pangkalpinang turun level 2 atau setidaknya dinyatakan aman, dia tak ingin jumawa. Aturan protokol kesehatan (Prokes) harus tetap dijalankan dengan baik.

"Kita akan ikuti aturan yang sudah diberikan oleh pemerintah pusat, kalau nanti kita turun ke level 2. Artinya kita akan menyesuaikan aturan-aturan yang sudah ditetapkan untuk level 2, intinya kita akan tetap ikuti aturan," jelas Molen.

Dia mengakui, meski saat ini kasus Covid-19 sudah cenderung menurun, namun Pemkot Pangkalpinang tetap menyiapkan dua isolasi terpadu (Isoter) untuk selalu siap siaga.

Guna mengantisipasi mempertahankan Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level dua di Kabupaten Bangka Selatan, masyarakat diminta peduli protokol kesehatan Covid-19.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Supriyadi mengatakan, untuk mempertahankan status level 2 PPKM, masyarakat diminta untuk peduli prokes.

Menurutnya, penambahan jumlah kasus baru dan jumlah kematian akibat Covid-19 dapat mempengaruhi tingkatan level PPKM di Kabupaten Bangka Selatan.

"Jelas sangat berpengaruh terhadap penambahan level, kalau makin bertambah pasien terpapar artinya PPKM level akan naik, itulah kami meminta agar terapkan protokol kesehatan Covid-19," kata Supriyadi.

Supriyadi juga mengajak semua elemen agar bergotong-royong untuk memerangi pendemi virus Corona atau Covid-19, agar Kabupaten Bangka Selatan kembali ke zona hijau atau turun le level 1.

"Harus kita pertahanan, karena kita satu-satunya kabupaten/kota di Bangka Belitung yang level 2," ucapnya (Bangka Pos/riu/t2/ynr/kcm)

Sumber: bangkapos
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved