Virus Corona di Bangka Belitung
Trend Kasus Covid-19 di Bangka Belitung dan Ancaman Delta Plus, Satgas Ingatkan Tetap Waspada
Setelah sepekan masa perpanjangan PPKM level 2, kasus Covid-19 di Bangka Belitung menunjukkan trend penurunan.
Untuk itu, Satgas meminta agar mekanisme koordinasi dan pembagian peran dalam menjalankan PPKM dilakukan dengan benar dan seefektif mungkin.
Baca juga: HEBOH Balapan di Sirkuit Mandalika Dibatalkan, Masyarakat Kecewa, Dorna Sports Buka Suara
Baca juga: Gisella Anastasia Demi Wijin Rela Lakukan Ini hingga Video 19 Detik Viral dan Bikin Heboh
Dalam rangka pencegahan, Lurah/Kepala Desa sebagai pengendali Posko wajib berkoordinasi dengan Ketua RW/RT untuk mendata kasus positif di tingkat RT di wilayah masing-masing, serta bersama Babinsa dan Babinkamtibmas memantau kepatuhan protokol kesehatan dan memberikan edukasi seputar Covid-19.
Selanjutnya, lurah/kepala desa berkoordinasi juga dengan puskesmas tingkat kecamatan, puskesmas pembantu dan pos kesehatan kelurahan/desa untuk melakukan testing pada pasien Covid-19 dan kontak eratnya yang dilanjutkan dengan tracing dibantu oleh TNI/Polri.
Terakhir, puskesmas dapat melakukan treatment dan pengawasan pada pasien yang masih diisolasi mandiri, dan merujuk pasien dengan gejala sedang-berat ke tempat isolasi terpusat/terpadu (wisma karantina) atau rumah sakit rujukan.
"PPKM ini adalah upaya memperbaiki kesiapsiagaan dan strategi penanggulangan Covid-19 di tingkat hulu. Melalui PPKM, setiap desa/kelurahan didorong untuk mendirikan dan mengaktifkan Posko Tanggap Covid-19 yang berperan sebagai pendamping tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan (puskesmas/dinas kesehatan) serta petugas surveilans dan tim pelacak (tracer) penyebaran Covid-19," kata Bangun Cahyo Utomo.
Waspada Ancaman Delta Plus
Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Belitung mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap ancaman A.Y.4.2 atau Delta Plus, varian baru Covid-19.
Saat ini Delta Plus sudah menyebar di sejumlah negara, termasuk Malaysia dan Singapura, tetangga Indonesia.
"Meski belum terdeteksi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, namun tetap mengancam. Itu artinya, kita masih harus meningkatkan kewaspadaan," kata Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Belitung Andi Budi Prayitno kepada Bangkapos.com, Minggu (14/11/2021.
Kondisi ini, kata Andi Budi diharapkan menjadi pemacu bagi masyarakat untuk tetap menjaga kedisiplilan terjadap protokol kesehatan dan membangun herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap Covid-19 dengan cara mengikuti vaksinasi.
Satgas mengungkap data terkini seputar kedisiplinan masyarakat Bangka Belitung terjadap protokol kesehatan selama 1 pekan terakhir, 8-14 November 2021.
Data ini didapat dari hasil monitoring di 1.032 titik yang dipantau se-Bangka Belitung.
Andi Budi menjelaskan tingkat kepatuhan masyarakat Bangka Belitung memakai masker selama sepekan terakhir 94,54 % dari 92,22% rerata nasional. Angka ini meningkat dibanding pekan sebelumnya.
Sedangkan tingkat kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan 92,53% dari 91,18% rerata nasional atau meningkat dibanding pekan sebelumnya.
"Tentu saja hal ini kabar baik dan menggembirakan di tengah ikhtiar kita bersama dalam menghadapi gelombang ke-II pandemi Covid-19 serta mengantisipasi dan mempersiapkan diri terhadap ancaman gelombang ke-III yang ada di depan mata, yakni varian baru Covid-19 A.Y.4.2 atau Delta Plus yang saat ini sudah melanda negara jiran Malaysia dan Singapura," kata Andi Budi.
Meski tingkat kepatuhan protokol kesehatan meningkat, namun Andi Budi kembali mengingatkan agar masyarakat terus memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. ( Bangkapos.com / Fitriadi )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/kejar-level-ppkm-turun-satgassus-pecepat-vaksinasi-131313.jpg)