Virus Corona di Bangka Belitung
Trend Kasus Covid-19 di Bangka Belitung dan Ancaman Delta Plus, Satgas Ingatkan Tetap Waspada
Setelah sepekan masa perpanjangan PPKM level 2, kasus Covid-19 di Bangka Belitung menunjukkan trend penurunan.
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Masa perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) luar Jawa-Bali akan berakhir pada 22 November 2021.
Pada periode PPKM kali ini, tidak ada provinsi yang berada di level 3 dan 4.
Daerah kabupaten dan kota di luar Jawa-Bali berstatus level 3, 2 dan 1.
Untuk Provinsi Bangka Belitung, semua daerah kabupaten dan kota yang terdiri dari 7 daerah ditetapkan menerapkan PPKM level 2.
Sepekan masa perpanjangan PPKM level 2, kasus Covid-19 di Bangka Belitung kembali menunjukkan trend penurunan jumlah orang terkonfirmasi positif maupun meninggal terpapar Covid-19.
Pada Senin 15 November 2021, penambahan kasus positif Covid-19 di Bangka Belitung hanya 1 orang sehingga total jumlah warga terkonfirmai Covid-19 semenjak pandemi hingga sekarang sebanyak 52.138 orang.
Sementara kasus yang dinyatakan sembuh atau selesai menjalani isolasi bertambah sebanyak 4 orang (kumulatif 50.606). Adapun kasus meninggal dunia akibat Covid-19 nihil (kumulatif 1.451).
Baca juga: Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Saat Nataru, KKP Perketat Pintu Keluar Masuk Bangka Belitung
Baca juga: Waspada Ancaman Delta Plus Sudah Menyebar di Malaysia dan Singapura
Baca juga: 200 Penonton Balap Disuntik Vaksin di Arena Grass Track Padang Lampu
Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Belitung mencatat berdasarkan hasil analisa dan evaluasi PPKM per 14 November 2021 akumulasi mingguan dan bulanan kasus terkonfirmasi di 7 daerah kabupaten/kota di Bangka Belitung pada prinsipnya sudah mengalami penurunan.
"Hal ini sebagai akibat dari kebijakan semua kepala daerah untuk dapat mengisolasi seluruh pasien yang
terkonfirmasi positif ke dalam isolasi terpadu, disamping semakin meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk melaksanakan vaksinasi serta protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari," kata Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Belitung, Mikron Antariksa kepada Bangkapos.com, Senin (15/11/2021).
Kabupaten Belitung Timur memiliki tingkat kasus terkonfirmasi yang tertinggi di Bangka Belitung.
Satgas mencatat, kasus transmisi komunitas di Belitung Timur 9,27 penduduk/100.000/minggu.
Sedangkan kabupaten terendah adalah Kabupaten Bangka 0,89 penduduk/100.000/
minggu.
Untuk PPKM level 2, kasus transmisi komunitas maksimal sebanyak 20 – 50 penduduk/100.000/minggu
Untuk antisipasi persoalan tersebut, kata Mikron dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai untuk
melaksanakan kegiatan isolasi terpadu serta protokol kesehatan.
Angka kematian tertinggi juga terjadi di Kabupaten Belitung Timur 0,77 penduduk/100.000/minggu, sedangkan kematian terendah di Kabupaten Bangka Barat, Kabupaten Bangka Selatan, Kabupaten Bangka Tengah, KabupatenBelitung dan Kota Pangkalpinang, yakni sebesar 0,00
penduduk/100.000/minggu.
"Terbentuknya Satgas Oksigen, tersedianya obat-obatan dan nakes serta adanya percepatan vaksin Covid-19, turut berkontribusi dalam hal penurunan tingkat kematian pasien Covid-19 di Bangka Belitung," kata Mikron.
Mikron mengatakan, tingkat kematian di tempat isolasi mandiri juga cenderung mengalami penurunan seiring tersedianya tempat isolasi terpadu serta kondisi rumah sakit rujukan Covid-19 yang sudah kembali normal tingkat ketersediaan tempat tidurnya.
Sejak pandemi hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.451 orang atau 2,78% warga Bangka Belitung meninggal terpapar Covid-19.
Angka kematian akibat Covid-19 di Bangka Belitung mengalami kenaikan signifikan pada bulan Juli dan Agustus 2021.
Pada Juli tercatat ada 361 kematian, sedangkan Agustus sebanyak 569 kasus kematian.
Angka kematian mulai menurun pada September sebanyak 165 kematian, dan terus mengalami penurunan di bulan-bulan berikutnya. Pada Oktober hanya 49 kematian, dan pada bulan ini sejak 1-14 November 2021 tercatat hanya 5 kematian.
Mikron menjelaskan, terkait masih tingginya tingkat kematian pasien Covid-19 di Kabupaten Belitung Timur, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai, antara lain masih banyaknya pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri tapi tidak terawasi secara baik dan pasien isolasi mandiri yang dirujuk ke rumah sakit saat ini adalah pasien Covid-19 dengan gejala berat, sehingga penanganannya menjadi semakin sulit.
"Untuk itu diperlukan kerja sama dan komitmen Satgas Covid-19 Kabupaten Belitung Timur," kata Mikron.
Satgas juga merekomendasikan kepada Satgas Covid-19 Kabupaten/Kota untuk segera melakukan rapat koordinasi dengan pihak Rumah Sakit untuk mengetahui kendala di lapangan. Karena pada satu sisi,
perlengkapan dan kebutuhan oksigen sudah memadai.
Capaian Vaksinasi
Vaksinasi massal jadi faktor penting dalam penurunan kasus terkonfirmasi maupun kasus kematian akibat terpapar Covid-19 di Bangka Belitung.
Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Belitung mencatat vaksinasi di Bangka Belitung per 14 November 2021 sebesar 68,63 persen. Angka ini menujukkan Bangka Belitung berada di level sedang dalam program vaksinasi.
Baca juga: Siap-siap Kena Tilang, Kamera E-TLE Sudah Dipasang di Jalan Raya Kota Pangkalpinang
Baca juga: UMP 2022 Provinsi Bangka Belitung Diumumkan Jumat Ini, Disnaker: UMP Tetap Naik, Tidak Boleh Turun
Baca juga: Pekerja Ikut Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Bangka Belitung Bakal dapat BSU Rp500.000 Per Bulan
Kabupaten/kota tertinggi pencapaian vaksinasi di Bangka Belitung adalah Kota Pangkalpinang sebesar 82,18% ( level memadai), sedangkan daerah terendah adalah Kabupaten Bangka (level sedang) sebesar 58,26% (level sedang).
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Bangka Belitung Bangun Cahyo Utomo memaparkan terkait status vaksinasi Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Vaksinasi ke-1 kepada total sasaran berada di Level Sedang sebesar 66,45%. Untuk PPKM Level 2 minimal 50%. Tertinggi Kota Pangkalpinang yakni 80,75% dan terendah Kabupaten Bangka Selatan yakni 56,01%.
Sedangkan vaksinasi ke-1 bagi lanjut usia (lansia) juga berada di level sedang sebesar 51,08%. Untuk PPKM Level 2 minimal 40%. Tertinggi Kota Pangkalpinang yakni 68,17% dan terendah Kabupaten Bangka Selatan yakni 34,37%.
Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 58 Tahun 2021, level PPKM kabupaten/kota dinaikkan 1 (satu) level apabila capaian total vaksinasi dosis 1 (satu) kurang dari 40% (empat puluh persen).
"Berkaitan dengan beberpa hal tersebut di atas, kiranya perlu pembenahan dan kolaborasi yang nyata dalam penanganan Covid-19 di wilayah kerja masing-masing, terutama dalam hal kapasitas respon tracing dan total capaian vaksin 1 (satu) Lansia, sebagai upaya kongkrit pemerintah daerah dalam penanganan Covid-19," kata Bangun Cahyo Utomo.
Bangun mengatakan selama 8 bulan lebih pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Bangka Belitung terbukti telah mewujudkan Herd Immunity atau kekebalan komunitas/kelompok dari serangan Covid-19, sekaligus terbukti mengurangi transmisi/penularan Covid-19.
Namun Bangun menegaskan, meskipun vaksinasi Covid-19 sudah diberikan, tidak berarti bahwa orang yang sudah divaksin boleh mengabaikan protokol kesehatan.
"Bagaimana pun kita tetap harus menjaga diri dari potensi terpapar Covid-19 dan fakta bahwa virus ini telah beradaptasi dan atau bermutasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terbukti dengan ditemukannya varian baru Covid-19 yakni jenis Delta. Ini yang musti menjadi perhatian kita semua agar lebih peduli dengan meningkatkan kewaspadaan dini. Kita tak boleh lengah ataupun panik, namun harus tetap awas, waspada dan juga peduli," kata Bangun Cahyo.
Berikut data pencapaian vaksinasi Covid-19 di Bangka Belitung per 15 November 2021:
1. SDM Kesehatan: 11.099
- Vaksinasi ke-1: 12.915 (116,36%)
- Vaksinasi ke-2: 12.414 (111,85%)
- Vaksinasi ke-3: 9.423 (84,90%)
2. Lanjut Usia: 95.863
- Vaksinasi ke-1: 53.731 (56,05%)
- Vaksinasi ke-2: 40.738 (42,50%)
3. Pelayan Publik: 89.573
- Vaksinasi ke-1: 117.741 (131,45%)
- Vaksinasi ke-2: 92.949 (103,77%)
4. Masyarakat Umum & Rentan: 789.856
- Vaksinasi ke-1: 485.906 (61,52%)
- Vaksinasi ke-2: 320.238 (40,54%)
5. Remaja: 151.433
- Vaksinasi ke-1: 117.171 (77,37%)
- Vaksinasi ke-2: 92.160 (60,86%)
Penguatan PPKM
Bangun Cahyo menegaskan, penguatan PPKM menjadi hal utama yang harus dilakukan saat ini di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk menekan laju kasus positif.
Kata Bangun, pemerintah pusat telah mempelajari berbagai opsi penanganan Covid-19 dengan memperhitungkan kondisi sosial, ekonomi, politik Indonesia dan juga pengalaman negara lain, dan disimpulkan bahwa PPKM masih menjadi cara penanganan yang paling efektif karena dilakukan hingga tingkat terkecil dan dapat berjalan tanpa mematikan ekonomi rakyat.
Untuk itu, Satgas meminta agar mekanisme koordinasi dan pembagian peran dalam menjalankan PPKM dilakukan dengan benar dan seefektif mungkin.
Baca juga: HEBOH Balapan di Sirkuit Mandalika Dibatalkan, Masyarakat Kecewa, Dorna Sports Buka Suara
Baca juga: Gisella Anastasia Demi Wijin Rela Lakukan Ini hingga Video 19 Detik Viral dan Bikin Heboh
Dalam rangka pencegahan, Lurah/Kepala Desa sebagai pengendali Posko wajib berkoordinasi dengan Ketua RW/RT untuk mendata kasus positif di tingkat RT di wilayah masing-masing, serta bersama Babinsa dan Babinkamtibmas memantau kepatuhan protokol kesehatan dan memberikan edukasi seputar Covid-19.
Selanjutnya, lurah/kepala desa berkoordinasi juga dengan puskesmas tingkat kecamatan, puskesmas pembantu dan pos kesehatan kelurahan/desa untuk melakukan testing pada pasien Covid-19 dan kontak eratnya yang dilanjutkan dengan tracing dibantu oleh TNI/Polri.
Terakhir, puskesmas dapat melakukan treatment dan pengawasan pada pasien yang masih diisolasi mandiri, dan merujuk pasien dengan gejala sedang-berat ke tempat isolasi terpusat/terpadu (wisma karantina) atau rumah sakit rujukan.
"PPKM ini adalah upaya memperbaiki kesiapsiagaan dan strategi penanggulangan Covid-19 di tingkat hulu. Melalui PPKM, setiap desa/kelurahan didorong untuk mendirikan dan mengaktifkan Posko Tanggap Covid-19 yang berperan sebagai pendamping tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan (puskesmas/dinas kesehatan) serta petugas surveilans dan tim pelacak (tracer) penyebaran Covid-19," kata Bangun Cahyo Utomo.
Waspada Ancaman Delta Plus
Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Belitung mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap ancaman A.Y.4.2 atau Delta Plus, varian baru Covid-19.
Saat ini Delta Plus sudah menyebar di sejumlah negara, termasuk Malaysia dan Singapura, tetangga Indonesia.
"Meski belum terdeteksi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, namun tetap mengancam. Itu artinya, kita masih harus meningkatkan kewaspadaan," kata Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Belitung Andi Budi Prayitno kepada Bangkapos.com, Minggu (14/11/2021.
Kondisi ini, kata Andi Budi diharapkan menjadi pemacu bagi masyarakat untuk tetap menjaga kedisiplilan terjadap protokol kesehatan dan membangun herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap Covid-19 dengan cara mengikuti vaksinasi.
Satgas mengungkap data terkini seputar kedisiplinan masyarakat Bangka Belitung terjadap protokol kesehatan selama 1 pekan terakhir, 8-14 November 2021.
Data ini didapat dari hasil monitoring di 1.032 titik yang dipantau se-Bangka Belitung.
Andi Budi menjelaskan tingkat kepatuhan masyarakat Bangka Belitung memakai masker selama sepekan terakhir 94,54 % dari 92,22% rerata nasional. Angka ini meningkat dibanding pekan sebelumnya.
Sedangkan tingkat kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan 92,53% dari 91,18% rerata nasional atau meningkat dibanding pekan sebelumnya.
"Tentu saja hal ini kabar baik dan menggembirakan di tengah ikhtiar kita bersama dalam menghadapi gelombang ke-II pandemi Covid-19 serta mengantisipasi dan mempersiapkan diri terhadap ancaman gelombang ke-III yang ada di depan mata, yakni varian baru Covid-19 A.Y.4.2 atau Delta Plus yang saat ini sudah melanda negara jiran Malaysia dan Singapura," kata Andi Budi.
Meski tingkat kepatuhan protokol kesehatan meningkat, namun Andi Budi kembali mengingatkan agar masyarakat terus memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. ( Bangkapos.com / Fitriadi )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/kejar-level-ppkm-turun-satgassus-pecepat-vaksinasi-131313.jpg)