Berita Pangkalpinang
Sepenting Apa Donor Trombosit untuk penderita DBD? Begini Penjelasan Dokter
Demam berdarah dengue (DBD) adalah demam yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk
Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Hal berbahaya yang bisa terjadi pada pasien demam berdarah adalah adanya kebocoran plasma.
Plasma merupakan sebuah cairan yang membentuk darah secara keseluruhan, bersama dengan hemoglobin.
Reaksi tubuh terhadap infeksi DENV menyebabkan plasma bocor dari pembuluh darah dan masuk ke jaringan sekitar pembuluh darah.
Dalam hasil laboratorium, ini ditunjukan dengan meningkatnya kadar hematokrit (konsentrasi hemoglobin, kadar ini meningkat karena jumlah plasma berkurang).
"Orang ini akan terlihat seakan kekurangan cairan, tetapi sebenarnya cairan itu masih ada di dalam tubuhnya.
Implikasi dari keadaan ini adalah dokter harus berhati-hati saat hendak memberikan terapi cairan (infus) kepada pasien DBD.
Pemberian cairan infus yang berlebih dapat
menyebabkan overload atau kelebihan cairan yang dapat berakibat fatal," katanya.
Produk-produk darah (konsentrat platelet, darah utuh, sel darah merah, dll) memiliki kadar yang lebih pekat, sehingga jika diberikan secara sembarangan lebih mudah menyebabkan kelebihan cairan.
Oleh karena itu, dokter biasanya sangat berhati-hati akan memberikan transfusi pada orang dengan DBD dan tidak semua orang dengan DBD langsung ditransfusi.
Transfusi konsentrat platelet/trombosit hanya diberikan kepada mereka dengan pendarahan aktif yang tidak kunjung berhenti.
Pada keadaan seperti ini biasanya pasien akan diberikan transfusi platelet atau faktor pembekuan (cryoprecipitate).
"Karena pasien dengan pendarahan hebat, trombosit akan terus digunakan oleh tubuh
untuk mencoba menghentikan pendarahan.
Fungsi transfusi pada kasus ini adalah membantu tubuh agar tidak kehabisan cadangan trombosit untuk menghentikan pendarahan yang terjadi.
Biasanya transfusi akan dihentikan saat pendarahan sudah berhenti. Setelah ini
terjadi, pasien tetap harus istirahat terlebih dahulu dan menghindari aktivitas berat," jelasnya.
dr Eva menambahkan bila mengalami sejumlah gejala yang mengindikasikan terjadinya penurunan trombosit, bisa diatasi dengan mengonsumsi makanan untuk menaikkan trombosit meliputi :
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/pasien-dbd-belitung_20160125_103235.jpg)