OBITUARI HUDARNI RANI
Hudarni Rani, Gubernur Melayu yang Sederhana
Hari ini kita kehilangan seorang putera terbaik negeri ini. Putera melayu yang telah berhasil mengantarkan daerah ini sejajar dengan provinsi lain
Selama pemerintahannya Hudarni berhasil merumuskan beberapa dasar pembangunan daerah dan wilayah, diantaranya adalah menyelesaikan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPARDA) periode 2007-2013, pada tahun 2006.
Sayangnya dokumen perencanaan pariwisata ini tidak dijadikan dasar hukum karena sampai dengan habis masa berlakunya tidak diperkuat dalam Peraturan Daerah atau Peraturan Gubernur yang akan menjadi acuan serta mengikat semua perangkat dan unsur pembangunan pariwisata yang ada.
Pada periode ini salah satu hal yang dilakukan pula oleh Hudar ialah memperkokoh landasan sebagai salah satu kawasan rentang Tanah Melayu.
Selain mewajibkan pegawai mengenakan pakaian khas Melayu setiap hari Jumat, ia pun menggelar sebuah acara internasional pertama di Negeri Serumpun Sebalai yaitu pertemuan Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI).
Gelaran acara yang juga diikuti beberapa utusan Negara-negara yang memiliki warga rumpun melayu tersebut dilangsungkan di Lapangan Merdeka Pangkalpinang.
Di masa awal-awal sebagai daerah baru ini pula pencarian jati diri Orang Kepulauan Bangka Belitung dimulai.
Simbol-simbol daerah yang dirangkum dengan pola kehidupan keseharian coba ditemukan antara lain dengan sayembara mengenai lambang daerah serta menggalakan kebudayaan daerah.
Ada sebuah kenangan lain akan sosok Pak Hudar yang mungkin masih diingat orang yaitu kesederhanaannya.
Bagimana tidak, di samping penampilan kesehariannya yang bersahaja ia memang melihat jabatan sebagai Gubernur harus dapat memberi teladan.
Karena itu ketika para kepala daerah seakan berlomba dengan menggunakan mobil mentereng dan mewah, Hudar justru memilih kendaraan dinas yang tergolong sederhana.
Tumpangannya selama menjadi gubernur adalah Nissan Terrano.
Padahal ketika itu seorang bupati saja sudah menggunakan mobil dinas Land Cruiser.
Namun itulah Hudar gubernur yang apa adanya.
Mobil Terrano berwarna hitam yitu sekarang tetap dipelihara sebagai warisan bahwa kesederhanaan itu akan dikenang.
Drs. H.A. Hudarni Rani, SH., mengawali karirnya sebagai Guru SDN IV Sungai liat pada tahun 1967 - 1968.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/yan-megawandi8.jpg)