Breaking News:

FISIP UBB Tutup Rangkaian Hari Jadi ke-11 dengan Orasi Ilmiah Kemelayuan

Dies Natalis ke-11 FISIP UBB ditutup dengan acara Orasi Ilmiah bertajuk 'Peran Nilai-nilai Kearifan Lokal dalam Mempertahankan Budaya Melayu (14/7).

Penulis: iklan bangkapos | Editor: M Ismunadi
ist/Dok. Honda
RANGKAIAN acara Dies Natalis ke-11 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bangka Belitung (UBB) ditutup dengan acara Orasi Ilmiah yang bertajuk 'Peran Nilai-nilai Kearifan Lokal dalam Mempertahankan Budaya Melayu di Era Globalisasi', Kamis (14/7/2022) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Rangkain acara Dies Natalis ke-11 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bangka Belitung (UBB) ditutup dengan acara Orasi Ilmiah yang bertajuk 'Peran Nilai-nilai Kearifan Lokal dalam Mempertahankan Budaya Melayu di Era Globalisasi', Kamis (14/7/2022), dilaksanakan di Balai Besar Peradaban, Gedung Rektorat UBB.

Acara ini sekaligus menjadi puncak dan bagian terpenting berkenaan dengan visi Dekan FISIP UBB Dr Aimie Sulaiman MA ketika mengangkat tema 'Adat Mengatur Budaya Dijunjung'.

Sebagaimana yang diungkapkannya di acara launching, Rabu (13/7/2022) dan ditegaskan kembali pada sambutannya di acara Orasi Ilmiah, bahwa yang menjadi substansi dari tema itu adalah etika, moral dan adab.

Tiga hal fundamental ini, menurut Aimie Sulaiman, rujukannya jangan lepas dari nilainilai yang ada pada Budaya dan 'Urang Melayu'.

"Mengapa UBB ini perlu ilmu-ilmu murni? Sebab, pembangunan itu tidak harus diisi hanya dengan pembangunan material, tapi juga pembangunan yang bersifat immaterial, sehingga manusiamanusia yang mendukung pembangunan itu memiliki karakter yang khusus, memiliki karakter yang kuat berbasis etnisitas," ucap Aimie Sulaiman.

"Itulah mengapa dalam usia yang ke-11 tahun FISIP UBB ini, kami mengangkat tema Adat
Mengatur Budaya DIjunjung", tambahnya.

Artinya, menurut beliau, sebagai 'Urang Melayu' Bangka, harapannya bisa timbul kesadaran kolektif kita bagaimana kita meginternalisasi nilainilai budaya melayu itu di dalam diri kita, menjadi karakter kita, dan terepresentasikan di dalam kehidupan kita sehari-hari, sehingga kita memiliki identitas budaya yang kuat.

Pada acara puncak hari jadi FISIP UBB ini, Rektor UBB Dr Ibrahim MSi turut memberikan sambutan yang insightful terkait Budaya Melayu. Pada sambutan yang disampaikannya, ia menegaskan bahwa masyarakat melayu itu teridentifikasi dengan tiga hal, yakni beragama
Islam, berbahasa melayu dan berbudaya melayu.

"Pendefinisian masyarakat melayu menjadi tiga ciri itu sudah menjadi kesepakatan
bersama," ucap Rektor Ibrahim.

Satu hal penting lain yang ia tekankan, yakni bagaimana budaya melayu sebagai budaya lokal harus ditransformasikan bukan sekadar ditransfer.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved