Selasa, 12 Mei 2026

SOSOK Ini Bocorkan Detik-detik Bharada E Eksekusi Brigadir J Setelah Diperintah Irjen Ferdy Sambo

Pengakuan Bharada E kepada Ronny Talapessy ini berbeda dari pengakuannya kepada kuasa hukum sebelumnya, Deolipa Yumara.

Tayang:
Editor: fitriadi
HO / Tribun Medan
Irjen Ferdy Sambo, Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J dan Bharada Richard Eliezer atau Bharada E 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Kuasa hukum Bharada Richard Eliezer alias Bharada E membocorkan cara kliennya menembak mati Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Brigadir J ditembak mati atas perintah Irjen Ferdy Sambo pada Jumat (8/7/2022).

Pelaku yang menembak mati Brigadir J adalah Bharada E, sesama ajudan Irjen Ferdy Sambo.

Fakta ini diungkap Ronny Talapessy, kuasa hukum Bharada E, dalam acara yang dibawakan Aiman Wicaksono, Selasa (16/8/2022) sore.

Baca juga: Jejak Keterlibatan Om Kuat Dalam Kasus Tewasnya Brigadir J, Ikut Pertemuan 1 Jam Bersama Ferdy Sambo

Baca juga: Terungkap Putri Candrawathi Kirim Foto & Pesan ke Adik Brigadir J saat di Magelang: Lihat Abang Kau

Baca juga: Ferdy Sambo Diduga Pegang 4 Rekening Brigadir J, Ada Transaksi Senilai Rp 200 Juta

Pengakuan Bharada E kepada Ronny Talapessy ini berbeda dari pengakuannya kepada kuasa hukum sebelumnya, Deolipa Yumara.

Ronny Talapessy mengungkapkan Irjen Ferdy Sambo memerintahkan Bharada E untuk menembak Brigadir J.

Ronny lalu memperagakan posisi tangan Brigadir J yang berada di depan dada saat detik-detik dirinya ditembak.

"Saya kasih bocoran sedikit kejadiaanya, posisi tangan seperti ini (tangan di depan dada). Lalu Bharada E menembak," ujar Ronny Talapessy di hadapan host Aiman Wicaksono, dilansir dari Tribunnews.com.

Sementara, Deolipa Yumara menjelaskan detik-detik peristiwa berdarah itu.

Keterangan yang disampaikan Deolipa berbeda dengan Ronny Talapessy.

Deolipa mengatakan Brigadir J ditembak dalam kondisi masih hidup.

Sebelum ditembak, Brigadir J bahkan sempat berlutut ketakutan dengan telapak tangan menyatu di belakang kepala.

Sedangkan di hadapannya ada Bharada E dan Ferdy Sambo yang siap mengeksekusinya.

Hingga akhirnya Bharada E atas perintah Ferdy Sambo menjadi penembak Brigadir J pertama.

“Brigadir Yosua berlutut begini (posisi telapak tangan menyatu di belakang kepala -red), masih hidup, ketakutan.” kata Deolipa, dalam program Aiman KOMPAS TV, Senin (15/8/2022).

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved