Breaking News:

Senjata

Kisah Dibalik F-35, Pesawat Tempur Siluman Canggih Andalan AS yang Rupanya Turunan Pesawat Rusia Ini

Jet tempur siluman F-35, baik pesawat dan desainnya merupakan turunan langsung dari proyek bekas Uni Soviet yang

Penulis: Iwan Satriawan CC | Editor: Iwan Satriawan
Wikipedia
Jet tempur canggih F-35 buatan Lockheed Martin, AS. 

BANGKAPOS.COM-Militer Amerika Serikat memiliki jet tempur siluman kebanggaan mereka yaitu F-35.

Ternyata dibalik kecanggihannya, pesawat tempur ini berkaitan dengan jet tempur desain Rusia.

Jet tempur siluman F-35, baik pesawat dan desainnya merupakan turunan langsung dari proyek bekas Uni Soviet yang tidak dapat diselesaikan ketika negara adidaya Komunis tersebut runtuh, yakni jet tempur Yakovlev Yak-141.

Melansir The EurAsian Times, Sabtu (21/8/2022), varian angkatan laut F-35B Short/Vertical Take-Off and Landing (SVTOL) bisa disebut turunan langsung dari Yak-141.

Pesawat tempur F-35 buatan Lockheed Martin Corp.
Pesawat tempur F-35 buatan Lockheed Martin Corp. (wikia.com)

Perusahaan Rusia telah beralih ke Lockheed Martin pada tahun 1991 setelah pembubaran Uni Soviet untuk mendanai sekitar $350 juta ketika Rusia yang melemah mencoba untuk menormalkan hubungan dengan Washington.

Hal ini tercermin dalam nozzle vectoring tunggal yang terletak di belakang pusat gravitasi dan jet dorong yang diposisikan secara vertikal tepat di belakang mesin Yak-141 yang digunakan bersama oleh F-35B.

Desain dimulai pada tahun 1975 setelah Angkatan Laut Soviet mengontrak Yakovlev untuk mengembangkan pesawat VTOL yang mampu melakukan pertahanan udara armada.

Dipimpin oleh desainer aeronautika terkenal Alexander Yakovlev dan Yak 141-nya yang mengesankan, mereka hampir berhasil.

Mesin yang luar biasa ini memiliki empat prototipe dan memecahkan beberapa rekor dunia.

Uni Soviet pertama kali menciptakan Yakovlev Yak-36 ′Freehand' dengan empat prototipe.

Yak 38 'Forger' akhirnya memasuki produksi dan melayani Angkatan Laut Soviet dengan lebih dari 200 contoh.

Namun demikian, model ini terbatas dalam kapasitas muatan dan kinerja secara keseluruhan.

Ini sebagian karena perancang dan pabrikan pesawat Yakovlev selalu menganggap Yak-38 hanya sebagai langkah dalam mengembangkan pesawat VTOL yang canggih.

Angkatan Laut Soviet menginginkan pesawat VTOL baru untuk mengimbangi kekurangan Yak-38 – kecepatan supersonik yang berkelanjutan, kemampuan manuver, kelincahan, radar, dan muatan senjata.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved