Breaking News:

WIKI BANGKA

Enak dan Krispinya Kue Pia Khas Bangka Buatan Vivi, Dirintis 17 Tahun Lalu Usai Tsunami Aceh

Kue Pia memang identik sebagai buah tangan atau oleh-oleh khas yang dibawa para wisatawan setelah pulang dari Kota Yogyakarta.

Penulis: edwardi | Editor: nurhayati
Enak dan Krispinya Kue Pia Khas Bangka Buatan Vivi, Dirintis 17 Tahun Lalu Usai Tsunami Aceh - 20221203-kue-pia.jpg
Bangkapos.com/Edwardi
Kue Pia buatan warga Sungailiat kulitnya lebih tipis dan krispi dengan isian kacang hijau atau keju dengan rasa enak dan manis di lidah, serta cocok dimakan sambil minum kopi atau teh hanga
Enak dan Krispinya Kue Pia Khas Bangka Buatan Vivi, Dirintis 17 Tahun Lalu Usai Tsunami Aceh - 20221203-kue-pia4.jpg
Bangkapos.com/Edwardi
Kue Pia buatan warga Sungailiat kulitnya lebih tipis dan krispi dengan isian kacang hijau atau keju dengan rasa enak dan manis di lidah, serta cocok dimakan sambil minum kopi atau teh hangat.
Enak dan Krispinya Kue Pia Khas Bangka Buatan Vivi, Dirintis 17 Tahun Lalu Usai Tsunami Aceh - 20221203-kue-pia5.jpg
Bangkapos.com/Edwardi
Kue Pia buatan warga Sungailiat kulitnya lebih tipis dan krispi dengan isian kacang hijau atau keju dengan rasa enak dan manis di lidah, serta cocok dimakan sambil minum kopi atau teh hangat.

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kue Pia memang identik sebagai buah tangan atau oleh-oleh khas yang dibawa para wisatawan setelah pulang dari Kota Yogyakarta.

Namun bagi masyarakat Kota Sungailiat Kabupaten Bangka, juga memiliki Kue Pia khas jadul yang sudah diproduksi sejak dahulu secara turun temurun.

Kue Pia Bangka ini juga memiliki rasa yang enak dan krispi, dengan harga lebih murah meriah, yakni Rp6.000 per bungkus plastik isi 10 biji kue, sehingga terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Baca juga: Nikmati Sajian Ala Rumahan di Warung Makmok Pangkalpinang, Paru Gorengnya Bikin Ketagihan

Baca juga: Yuk Cicipi Lezatnya Kue Apem Bugis Langsung dari Kukusan, Camilan Pas Saat Ngopi

Bedanya Kue Pia buatan warga Sungailiat kulitnya lebih tipis dan krispi dengan isian kacang hijau atau keju dengan rasa enak dan manis di lidah, serta cocok dimakan sambil minum kopi atau teh hangat.

20221203 kue pia2
Para pekerja saat membuat kue pia khas Bangka.

Salah satu pengusaha UMKM yang membuat Kue Pia khas Bangka berada di Gang Jati Jalan Sam Ratulangi Sungailiat, Vivi mengatakan usaha pembuatan Kue Pia ini sudah dirintisnya bersama sang suami sekitar tahun 2005 atau 17 tahun yang lalu.

"Usaha ini yang membuat almarhum suami saya, sebelumnya dia merantau ke Jakarta dan Banda Aceh membuka usaha ini. Saat tinggal di Provinsi Aceh sekitar 4 tahun buka usaha ini, namun tahun 2004 terjadi musibah tsunami Aceh membuat usaha ini tutup, lalu pulang kembali ke Sungailiat Bangka membuka usaha ini," kata Vivi ditemui Bangkapos.com, Sabtu (03/12/2022) di tempat usahanya Jalan Gang Jati Sungailiat.

Baca juga: Yuk Cicipi Lempah Kuning Mak Kampung Pangkalpinang, Rasa Nikmatnya Manjakan Lidah Pengunjung

Baca juga: Cicipi Keroket Buk Poci, Kue Jadul Rasa Kekinian Bikin Nagih

Dilanjutkannya, untuk pemasaran Kue Pia sudah hampir seluruh kecamatan yang ada di Pulau Bangka, ada di Belinyu, Muntok, Pangkalpinang, Koba hingga Sadai Toboali dan lainnya.

"Awalnya dulu kita mencoba produksi sedikit demi sedikit sesuai serapan pasar, dan saat ini sehari sekitar 50-60 kg tepung terigu untuk bahan baku dasarnya. Dulu saat musim ramai usaha TI, kita bisa produksi hingga ratusan kg per hari," ujar Vivi. 

20221203 kue pia3
Para pekerja sedang membuat Kue Pia.

Diakuinya, saat ini memang ada sedikit penurunan penjualan, karena pengaruh kondisi ekonomi saat ini yang sedang menurun.

"Dulu saat musim ramai pekerja TI dan harga timah mahal, penjualan Kue Pia juga laris manis bahkan selalu habis terjual tidak ada sisa. Kalau saat ini memang ada sisa penjualan 4-7 persen yang tak terjual dari toko," ungkapnya.

Baca juga: Pantai Pasir Padi Terus Dipercantik, Molen Pastikan Bakal Mirip Pantai di Bali : Seminyak Lah

Ditambahkannya, selain itu saat ini juga sudah banyak orang lain yang juga membuka usaha Kue Pia ini, sehingga ada persaingan usaha.

"Untuk harga jual saat ini Rp6.000 per cup plastik isi 10 biji, kalau dulu cuma Rp5.000 karena semua bahan baku  rata-rata naik  harganya, seperti tepung terigu, gula, minyak goreng, kacang hijau, keju dan lainnya," jelas Vivi yang memiliki 4-5 orang pekerja.

( Bangkapos.com/Edwardi)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved