Senin, 27 April 2026

Tribunners

Sumber Daya Manusia di Era Globalisasi

Kedudukan sumber daya manusia bukan hanya sebagai alat produksi, tetapi juga sebagai penggerak dan penentu proses produksi.

Editor: fitriadi
Dokumentasi Erza Agistara Azizah
Erza Agistara Azizah, S.Psi Pendidikan Magister Profesi Psikologi Universitas Airlangga Surabaya 

Sutrinso (2017) mengungkapkan kompetensi manajerial tidak dapat datang begitu saja, melainkan harus diciptakan terutama melalui pengelolaan sumber daya manusia yang efektif dan efisien.

Pengelolaan yang dimaksud didasarkan pada tiga prinsip.

Prinsip pertama adalah pengelolaan pada orientasi layanan.

Prinsip ini diperlukan untuk mencegah pengelolaan sumber daya manusia seperti sebuah pabrik yang menghasilkan keluaran-keluaran seragam (standar), seperti tata cara, pedoman pelaksanaan, dan formulir yang berakitan dengan pengelolaan sumber daya manusia di dalam perusahaan.

Keseragaman seperti itu jelas tidak sesuai dengan kebutuhan dan keinginan SDM. Akhirnya pengelolaan sumber daya manusia menjadi tidak efektif dan efisien serta kompetensi manajerial yang diharapkan tidak tercipta.

Prinsip kedua adalah pengelolaan yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada sumber daya manusia untuk berperan serta aktif di dalam perusahaan.

Tujuannya agar pekerjaan menjadi lebih menarik sehingga mampu mendorong semangat kerja sumber daya manusia dan memotivasi mereka untuk menyelesaikan pekerjaan dengan lebih baik lagi dan mendorong sumber daya manusia untuk terus menerus menyempurnakan hasil kerja mereka.

Penyempurnaan tanpa henti ini hanya dapat terwujud apabila sumber daya manusia terus meningkatkan kemampuan kerja mereka, dan ini sama artinya dengan mendorong terciptanya kompetensi manajerial.

Prinsip terakhir adalah pengelolaan sumber daya manusia yang mampu menumbuh kembangkan jiwa enterpreuner dalam diri.

Di era globalisasi terdapat tantangan baru yang memerlukan penyesuaian terhadap cara kerja baru yang lebih efisien dan efektif, yang lebih terbuka dan demokratis, lebih fleksibel dan lebih rasional.

Perubahan ini akan mewujudkan kemandirian yang harus menjadi ciri utama pembangunan dalam rangka menghadapi era globalisasi.

Oleh karena itu, perlu adanya langkah kegiatan yang berupa mencari nilai – nilai baru, lalu dilatih, dilaksanakan dan disempurnakan secara terus menerus yang kemudian menjadi kebiasaan kerja dan akhirnya menjadi budaya kerja baru yang dimilii oleh pegawai.

Pelatihan dan pengembangan merupakan salah satu cara untuk membentuk sumber daya manusia menghadapi era globalisasi yang penuh tantangan.

Pelatihan penting untuk pegawai lama maupun baru karena pelatihan dapat meningkatkan kinerja pegawai pada saat ini dan pada waktu yang akan datang.

Selain itu, pengembangan sumber daya manusia dapat mengurangi ketergantungan suatu perusahaan terhadap pengangkatan pegawai baru.

Jika pegawai dapat berkembang dengan cepat, lowongan , formasi, melalui kegiatan perencanaan sumber daya manusia, akan dapat diisi secara internal.

Transfer dan promosi ini juga akan memperlihatkan kepada karyawan bahwa mereka punya karier yang jelas, bukan hanya sekedar kerja. (*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved