Imlek 2023
10 Makanan Khas Imlek dan Makna Simbolisnya, Favoritmu yang Mana?
Makanan disajikan selama festival 16 hari, terutama pada makan malam Tahun Baru Imlek yang diyakini membawa keberuntungan untuk kehidupan selanjutnya.
Penulis: Nur Ramadhaningtyas | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM - Perayaan tahun baru China tinggal menghitung hari. Tahun baru China atau Imlek ditentukan dalam sistem penanggalan berdasarkan peredaran bulan terhadap bumi.
Dalam kalender Masehi, Imlek 2023 jatuh pada hari Minggu, 22 Januari 2023.
Dengan demikian, Imlek 2023 tinggal delapan hari lagi dari sekarang.
Saat perayaan Imlek berbagai hidangan makanan dihidangkan. Kebanyakan orang Tionghoa percaya bahwa makanan yang disajikan bisa membawa keberuntungan untuk kehidupan.
Baca juga: Daftar Harga HP Samsung Galaxy A Terbaru Januari 2023, Galaxy A03, A04, A13, A23, A33, A53, A73 5G
Baca juga: Sukirman Rotasi 29 ASN di Pemkab Bangka Barat, Guna Penyegaran dan Tingkatkan Kinerja
Baca juga: Kunjungi Bangka Belitung, Moeldoko Soroti Soal Hilirisasi Timah Bakal ke Smelter
Lantas apa saja sih hidangan tradisional atau khas saat perayaan Imlek? Berikut 12 diantaranya.
1. Kue Keranjang (Nian Gao)
Kue keranjanga atau Nian Gao berbahan dasar dari beras ketan. Makanan ini adalah makanan keberuntungan yang pada malam tahun baru Imlek.
Dalam bahasa Tionghoa, kue beras ketan terdengar artinya seperti "semakin tinggi dari tahun ke tahun". D
Dalam benak orang Tionghoa, ini berarti doa agar semakin makmur hidup juga bisnis Anda. Ya, orang Tionghoa memang mayoritas berdagang atau memiliki bisnis. Bahan utama niangao adalah ketan, gula, chestnut, kurma Cina, dan daun teratai.
2. Ikan (Yu)
Dalam bahasa Cina, "ikan" (Yú /yoo/) terdengar seperti 'kelebihan'.
Ikan adalah hidangan Tahun Baru Imlek tradisional pada menu makan malam Tahun Baru Imlek.
Orang Tionghoa selalu ingin memiliki surplus di akhir tahun.
Bagi mereka, jika berhasil menabung di akhir tahun, maka mereka dapat menghasilkan lebih banyak di tahun berikutnya.
Ikan harus menjadi hidangan terakhir yang tersisa, karena ini memiliki homofonik yang menguntungkan. Sajian ini dipraktekkan di utara Sungai Yangtze, China.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230114-Kue-khas-tahun-baru-Imlek-kue-keranjang.jpg)