Opini
OPINI Yan Megawandi: Inflasi di Bangka Belitung
Musuh utama Bangka Belitung jika kita melihat perkembangan berita-berita terakhir ternyata adalah inflasi.
MUSUH utama Bangka Belitung jika kita melihat perkembangan berita-berita terakhir ternyata adalah inflasi.
Seorang penjabat gubernur terkesan kebingungan mengatasinya sehingga sampai pada suatu kesimpulan: akan memberikan subsidi terhadap pesawat udara yang melayani penerbangan di Bangka Belitung.
Untung saja ide brilian itu belum sempat dilakukan. Anggarannya bila jadi dilaksanakan sekitar Rp. 7 milyar.
Itu artinya hampir setara dengan anggaran satu perangkat daerah provinsi. Atau hampir setara dengan harga 500 ton beras bulog yang terkenal itu.
Siapa yang akan disubsidi? Pesawat mana yang akan disubsidi? Penerbangan ke Bangka atau ke Belitung atau justru yang ke Jakarta? Berapa persen subsidinya? Pokoknya ribet!
Sebelum 2014 Ketika kantor wilayah Bank Indonesia belum didirikan di Bangka Belitung angka inflasi di Negera Serumpun Sebalai ini memang cukup mengkhawatirkan.
Selalu masuk dalam lima besar daerah dengan inflasi tertinggi di Nusantara.
Rekor yang masih diingat untuk kota Tanjungpandan di tahun 2014 adalah sebesar 13,14 persen.
Baca juga: Pj Gubernur Kepulauan Babel Safrizal Pastikan Serius Tangani Inflasi
Baca juga: Pengendalian Inflasi Pangan, 220 Operasi Pasar Murah Digelar di Bangka Belitung
Sewaktu Bank Indonesia kemudian hadir di Bangka Belitung angka inflasi mulai agak terkendali.
Angka dua digit yang menjadi momok psikologis sudah tak lagi tampil.
Dalam debat pemilihan presiden materi pengendalian inflasi daerah ini sempat muncul yang disampaikan oleh Jokowi ketika berhadapan dengan Prabowo ketika itu.
Pemerintah pusat pun kemudian menjadikan kegiatan pengendalian inflasi ke dalam salah satu indikator keberhasilan penanganan ekonomi makro di daerah.
Kalau kemudian seorang penjabat gubernur dan penjabat kepala daerah lainnya sampai ketar ketir dengan kondisi inflasi di daerahnya bila angkanya terlalu tinggi mungkin dapat dimaklumi.
Penyebabnya, sudah ada seorang penjabat kepala daerah yang dicopot Mendagri.
Pertengahan Oktober lalu misalnya Penjabat Walikota Cimahi dilengserkan dari kursi empuknya karena dianggap tak mampu mengendalikan inflasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/sekda-yan-megawandi-ingatkan-opd-pengelola-retribusi-fokus-bekerja.jpg)