Selasa, 5 Mei 2026

Kuliner Sedap

Warkop Cukin Jadi Simbol Sejarah Perkopian di Toboali

Bahkan, pada malam hari, warung kopi masih dipadati orang yang melepas kepenatan setelah beraktivitas seharian.

Tayang:
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: nurhayati
Warkop Cukin Jadi Simbol Sejarah Perkopian di Toboali - 20240113-warkop1.jpg
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Suasana Warkop Cukin yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman Toboali, Sabtu (13/1/2024). Warkop yang sudah berdiri sejak 1983 itu masih konsisten mempertahankan ciri khas kopinya.
Warkop Cukin Jadi Simbol Sejarah Perkopian di Toboali - 20240113-warkop2.jpg
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Suasana Warkop Cukin yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman Toboali, Sabtu (13/1/2024). Warkop yang sudah berdiri sejak 1983 itu masih konsisten mempertahankan ciri khas kopinya.
Warkop Cukin Jadi Simbol Sejarah Perkopian di Toboali - 20240113-warkop-4.jpg
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Suasana Warkop Cukin yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman Toboali, Sabtu (13/1/2024). Warkop yang sudah berdiri sejak 1983 itu masih konsisten mempertahankan ciri khas kopinya.
Warkop Cukin Jadi Simbol Sejarah Perkopian di Toboali - 20140113-warkop4.jpg
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Suasana Warkop Cukin yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman Toboali, Sabtu (13/1/2024). Warkop yang sudah berdiri sejak 1983 itu masih konsisten mempertahankan ciri khas kopinya.
Warkop Cukin Jadi Simbol Sejarah Perkopian di Toboali - 20240113-warkop5.jpg
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Suasana Warkop Cukin yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman Toboali, Sabtu (13/1/2024). Warkop yang sudah berdiri sejak 1983 itu masih konsisten mempertahankan ciri khas kopinya.

“Berdiri sudah sejak tahun 1983. Asal nama Cukin itu adalah panggilan orang tua,” kata Ayung di Toboali, Sabtu (13/1/2023).

Sudah hampir empat dekade sejak Warkop Cukin pertama kali dibuka.

Cita rasa dan kualitasnya tetap tidak tergoyahkan.

Di Warkop Cukin, bubuk kopi tak langsung diseduh di gelas, tapi ditampung dulu di saringan kemudian baru disiramkan ke gelas-gelas kopi.

Sementara produk kopi yang ditawarkan sama umumnya yang di warkop-warkop lain di Indonesia.

Selain kopi hitam ada pula kopi pancung.

Kopi pancung adalah kopi hitam atau kopi susu yang disajikan dengan ukuran setengah gelas atau gelas kecil.

Ada juga kopi hitam atau kopi O dan kopi susu yang legendaris.

Dengan cita rasa yang khas dan aroma yang menggoda, kopi susu di sini merupakan racikan yang sempurna antara kopi pilihan dan susu berkualitas.

Untuk kopi pancung dihargai Rp11.000 per gelasnya, maka kopi susu agak sedikit lebih mahal.

Kopi ini dijual dengan harga Rp13.000 per gelas. Semua tersedia dalam versi hangat atau es, kopi susu dari warkop ini dijamin memuaskan selera para pecinta kopi.

Bisa juga menambahkan telur kampung setengah matang ke dalam secangkir kopi.

Kombinasi yang unik ini menciptakan harmoni cita rasa yang sulit ditandingi.

“Kita buka dari jam 06.00 WIB sampai malam hari. Paling favorit di sini kopi susu,” jelas Ayung.

Sudah beberapa generasi melanjutkan eksistensi Warkop Cukin.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved