Sabtu, 25 April 2026

Pilpres 2024

Hasil Survei Elektabilitas Capres 2024 Tertinggi Menurut 7 Hasil Survei Capres Terbaru Lengkap

Hasil survei elektabilitas capres 2024 dari 7 Survei capres terbaru LSI Denny JA hingga Litbang Kompas memposisikan Prabowo sebagai yang tertinggi.

Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: fitriadi
Tribunnews/KPU
Hasil survei elektabilitas capres 2024 dari 7 Survei capres terbaru LSI Denny JA hingga Litbang Kompas memposisikan Prabowo sebagai yang tertinggi. Ketujuh lembaga survei yang telah merilis hasil survei elektabilitas capres 2024 terbaru di antaranya, Poltracking, LSI Denny JA, Litbang Kompas, Indikator Politik, SPIN, IPS dan Ipsos. Hasilnya, mayoritas dari 7 lembaga menyebut, Prabowo-Gibran sebagai yang tertinggi dalam hasil survei elektabilitas capres 2024 mereka. 

Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka

Jateng I: 41,4 persen
Jateng II: 35,2 persen
Jateng III: 25,9 persen
Jateng IV: 10,6 persen
Jateng V: 24,1 persen
Jateng VI: 27,2 persen
Jateng VII: 17,2 persen
Jateng VIII: 28,8 persen
Jateng IX: 53,2 persen
Jateng X: 27,5 persen

Total Jateng: 29,6 persen

Ganjar Pranowo-Mahfud MD

Jateng I: 34,1 persen
Jateng II: 29,1 persen
Jateng III: 31,3 persen
Jateng IV: 46,5 persen
Jateng V: 38,6 persen
Jateng VI: 25,5 persen
Jateng VII: 16,0 persen
Jateng VIII: 17,3 persen
Jateng IX: 28,0 persen
Jateng X: 53,2 persen
Total Jateng: 31,6 persen

Baca juga: 6 Hasil Survei Capres 2024 Terbaru Lengkap Survei Tertinggi Calon Presiden 2024 di Jawa Tengah

3. Indikator politik 

Hasil temuan Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia terkait elektabilitas calon presiden yang dilakukan sebelum debat ketiga Pilpres 2024 menempatkan elektabilitas calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto di posisi pertama.

Dalam simulasi survei 3 nama lagi-lagi Prabowo unggul di peringkat pertama dengan jumlah yang signifikan secara statistik dibandingkan dua rivalnya.

Prabowo meraih dukungan sebesar 45,2 persen responden.

"Lagi-lagi konsisten Pak Prabowo (45,2 persen ) masih unggul di peringkat pertama dengan jumlah yang signifikan secara statistik dibanding dua rivalnya," kata Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Prof. Burhanuddin Muhtadi 

"Dan Anies lagi-lagi konsisten berada di peringkat kedua menyalip elektabilitas Mas Ganjar dengan perolehan 25,29 persen dibanding dengan 22,55 persen . (Tidak tahu/tidak jawab 6,94 persen )," sambung dia.

Namun, Burhanuddin menjelaskan meskipun Anies menyalip Ganjar secara statistik, tidak bisa dikatakan Anies berada di atas Ganjar.

Hal tersebut, kata dia, karena Margin of errornya 2,9 persen .

"Artinya Mas Ganjar pun secara statistik tidak beda dengan Mas Anies," kata dia.

Tren simulasi 3 nama yang tercatat oleh Indikator Politik Indonesia, memperlihatkan ada pergerakan terutama pada dua capres yakni Prabowo dan Ganjar.

Ketika elektabilitas Prabowo naik, kata dia, maka yang paling terpukul adalah elektabilitas Ganjar.

Situasi tersebut, kata dia, kemudian dimanfaatkan oleh Anies dengan menyalip Ganjar yang trennya masih menunjukkan penurunan.

Menurutnya, situasi tersebut juga berpeluang punya dampak dengan potensi pemilu satu putaran atau dua putaran.

Burhanuddin memandang hal tersebut karena apabila elektabilitas Ganjar turun terus sampai di bawah 20 persen , maka potensi satu putaran masih terbuka.

Akan tetapi, menurutnya apabila elektabilitas Ganjar mampu pulih dan masih di atas 20 % , sementara elektabilitas Anies sedikit di atas Ganjar maka potensi dua putaran akan terbuka serta potensi satu putaran akan dibendung.

"Poin saya adalah elektabilitas Mas Anies sangat tergantung juga oleh elektabilitas Mas Ganjar. Jadi Mas Anies bisa masuk ke putaran kedua, kalau elektabilitas Mas Ganjar tidak seterpuruk itu," kata dia.

Survei dilakukan pada 30 Desember 2023 sampai 6 Januari 2024 secara tatap muka sebelum debat ketiga Pilpres pada 7 Januari 2024.

Populasi survei tersebut adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling.

Jumlah basis dalam survei sebanyak 1.220 orang yang berasal dari seluruh Provinsi yang terdistribusi secara proporsional, kemudian dilakukan oversample di 13 Provinsi.

3. Poltracking

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yudha mengungkapkan adanya kemungkinan pasangan calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka berhadapan dengan pasangan capres-cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.

Hal tersebut merujuk pada elektabilitas tiga pasangan capres-cawapres berdasarkan hasil survei yang dilakukan Poltracking periode 1-7 Januari 2024. Hanta menjelaskan, dalam survei kali ini elektabilitas Prabowo-Gibran paling tinggi, yakni 46,7 persen.

"Jika Pilpres 2024 berlangsung dua putaran, maka dapat dipastikan pasangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka melaju ke putaran kedua," ujar Hanta dalam pemaparan hasil survei secara daring pada Jumat (19/1/2024) dikutip dari kompas.com.

Sementara itu, pasangan Anies-Muhaimin dengan elektabilitas 26,9 persen dan pasangan capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD yang meraih elektabilitas 20,6 persen.

"Melihat tren saat ini, potensi besar yang menantang Prabowo-Gibran di putaran kedua ialah pasangan Anies-Muhaimin," tegasnya.

Adapun survei ini dilaksanakan pada 1-7 Januari 2024 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling.

Survei mengambil sampel 1.220 orang responden dari 34 provinsi di Indonesia secara proporsional berdasarkan data jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024.

Pengumpulan data dilakukan oleh melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan teknologi aplikasi terhadap responden yang telah terpilih secara acak.

Survei ini memiliki margin of error +/- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Pembiayaan survei berasal dari internal lembaga.

5.  Survei IPS

Indonesia Polling Stations (IPS) kembali merilis survei terbaru terkait elektabilitas calon presiden dan calon wakil presiden.

Dari 3 calon, paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka melesat berada di posisi teratas, disusul paslon nomor 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar lalu paslon 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

"Ketika IPS mengajukan pertanyaan kepada responden, jika saat ini dilaksanakan pemilihan presiden (Pilpres) siapakah yang akan dipilih dari tiga pasangan calon (paslon) presiden-wakil presiden yang ada saat ini.

Hasilnya, sebanyak 51,8 persen responden menjatuhkan pilihannya pada Prabowo-Gibran. Sedangkan Anies-Muhaimin hanya dipilih 21,3 persen responden, sementara Ganjar-Mahfud kian terbenam dengan elektabilitas 19,2 persen saja. Warga yang belum bisa membuat keputusan (undecided) tinggal 7,7 persen," ujar Peneliti Indonesia Polling Stations (IPS) Alfin Sugianto saat merilis survei secara daring, Selasa, (16/1/2024) dikutip dari Tribunnews

Lanjutnya, bahwa rontoknya elektabilitas pasangan Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud MD menurut analisis IPS memiliki korelasi dengan debat capres pada tanggal 7 Januari 2024 lalu.

"Pada debat saat itu, secara mengejutkan terjadi duet maut antara Anies dan Ganjar untuk menjalankan strategi serangan total. Hasilnya, duet ofensif kedua capres itu justru menjadi bumerang. Tingkat antipati publik terhadap keduanya semakin meningkat, sementara gelombang simpati publik terhadap Prabowo semakin menguat," kata Alfin.

Hal ini, jelas Alfin, terkonfirmasi dengan tegas bahwa elektabilitas Anies-Muhaimin cenderung stagnan dan Ganjar-Mahfud semakin terbenam di posisi juru kunci.

"Pada saat yang sama, pasangan Prabowo-Gibran yang terus dihujani serangan dan kritik malah kebanjiran simpati publik luas. Elektabilitas Prabowo-Gibran telah melewati ambang batas minimal untuk memenangkan Pilpres dalam satu putaran saja. Jika trend seperti ini terus berlanjut hingga 14 Februari 2024 nanti, dalam arti tidak ada gempa politik di tanah air, hampir pasti Prabowo-Gibran akan menuntaskan Pilpres 2024 hanya dalam satu putaran saja," kata Alfin.

Survei IPS ini dilakukan tanggal 7 hingga 14 Januari 2024 di 38 provinsi yang ada di seluruh Indonesia. Jumlah sampel survei IPS kali ini sebesar 1220 responden, diperoleh melalui teknik pengambilan sampel secara acak bertingkat (multistage random sampling).

Margin of error +/- 2,8 persen, dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95 persen. Sementara pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara melalui telepon (telepolling) oleh tenaga terlatih dengan bantuan/pedoman kuesioner.

6. Survei SPIN

Hasil survei capres 2024 terbaru dari SPIN menyatakan Prabowo sebagai calon Presiden 2024 dengan elektabilitas tertingggi, yakni 50,9 persen.

Hasil survei elektabilitas capres menurut SPIN tersebut membuat Pilpres 2024 berpotensi berlangsung satu putaran.

Adapun hasil survei SPIN ini dirilis pada Senin (15/1/2024) dan jajak pendapatnya dilakukan pada 8-14 Januari 2024 atau setelah debat capres ketiga.

Sementara ini, hasil survei dari SPIN merupakan satu-satunya yang menembus angka elektabilitas di atas 50 persen.

Direktur eksekutif Survei dan Polling Indonesia (SPIN) Igor Dirgantara menyebut elektabilitas Prabowo-Gibran terus naik melampaui 50 persen.

Angka tersebut melesat semakin jauh mengungguli dua paslon lainnya.

"Perolehan suara untuk paslon nomor 2 cenderung meningkat jadi 50,9 persen. Saya bisa bayangkan, kalau tinggal 0,1 persen lagi, jadi 51 persen, berarti 50+1, bisa satu putaran," kata Igor melalui paparan daring dikutip dari Tribunnews

Adapun paslon nomor urut 1 Anies-Muhaimin meraih elektabilitas sebesar 18,7 persen dan paslon nomor urut 3 Ganjar-Mahfud mendapat elektabilitas sebanyak 23,5 persen.

Igor menyebut suara untuk paslon nomor urut 1 dan 3 cenderung turun, terutama pascadebat ketiga yang digelar pada 7 Januari lalu. Ia mengatakan gaya debat para paslon mempengaruhi angka dukungan masyarakat.

"Terutama Anies-Muhaimin ya, cukup dalam terkoreksi, mungkin ini dampak dari gaya debat Anies yang terlalu menyerang Prabowo," jelas Igor.

Alih-alih menyerap lebih banyak dukungan, Igor mengatakan langkah Anies dalam debat ketiga justru membuat angka dukungannya menciut.

"Keinginan Anies mendapatkan peningkatan poin dukungan, tapi malah blunder. Yang memperoleh poin dukungan justru Prabowo," tutur Igor.

Lembaga SPIN menggelar survei sepanjang periode 8-14 Januari 2024. Sebanyak 2.178 respon dari 38 provinsi Indonesia terlibat dalam survei tersebut. 

7. Ipsos

Lembaga riset internasional Ipsos Public Affairs juga merilis elektabilitas capres dari survei terbarunya, Rabu (10/1/2024).

Survei diketahui dilakukan pada periode 27 Desember 2023-5 Januari 2024.

Total 2.000 responden yang tersebar di 34 provinsi yang diikutkan dalam survei ini.

Prabowo-Gibran: 48,05 persen

Anies-Muhaimin: 22,80 persen

Ganjar-Mahfud: 18,35 persen

Responden yang belum menentukan pilihan berada di angka 11,80 persen.

Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan menggunakan aplikasi Ipsos Ifield yang merupakan system Computer-Assisted Personal Interviews (CAPI).

Sampel diambil dengan teknik multi stage random sampling. Margin of error survei ini +- 2,19 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Perlu jadi catatan, hasil survei elektabilitas capres dari Ipsos ini memang dirilis setelah debat ketiga.

Namun, pengambilan sampelnya berlangsung dari 27 Desember 2023 - 5 Januari 2024.

Sehingga kurang bisa disimpulkan hasilnya apakah bisa dikaitkan dengan dinamika pasca debat ketiga yang digelar pada 7 Januari 2024 lalu.

Demikianlah 7 hasil survei elektabilitas capres 2024 tertinggi menurut 7 hasil survei capres terbaru mulai dari LSI Denny JA hingga Litbang Kompas. (Tribunnews/ Kompas.com/ Bangkapos.com/ Dedy Qurniawan)

Sumber: bangkapos.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved