Bangka Belitung Memilih
Penyandang Disabilitas Lebih Memilih Didampingi Keluarga Dibandingkan Menggunakan Alat Bantu
terjadinya kecurangan atau salah guna saat melakukan pencoblosan dibilik suara
Penulis: Adi Saputra | Editor: nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Mengantisipasi terjadinya kecurangan atau salah guna saat melakukan pencoblosan dibilik suara, penyandang disabilitas lebih memilih didampingi keluarga daripada menggunakan alat bantu maupun dibantu petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
Padahal di setiap KPPS Tempat Pemungutan Suara (TPS) telah menyediakan alat bantu, khususnya bagi para penyandang disabilitas yang membutuhkan bantuan pada saat melakukan pencoblosan dibilik suara.
Namun kenyataannya alat bantu tersebut tidak digunakan oleh penyandang disabilitas, mereka lebih memilih didampingi oleh pihak keluarga pada saat pencoblosan untuk menyalurkan hak suaranya di Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024.
Terutama rasa ketakutan maupun kekhawatiran penyandang disabilitas saat menyalurkan hak suaranya di TPS, khususnya bagi penyandang disabilitas sensorik netra yang memang membutuhkan pendampingan saat berada di bilik suara saat pecoblosan.
Suhamdani penyandang disabilitas sensorik netra asal Kota Pangkalpinang mengaku, lebih memilih didampingi sang istri pada saat pencoblosan di bilik suara dibandingkan didampingi oleh petugas atau menggunakan alat bantu.
Apalagi alat bantu yang disediakan oleh KPU tidak bisa digunakan untuk kertas surat suara lain, tapi hanya bisa digunakan di kertas suara Presiden dan wakil Presiden serta Dewan Perwakilan Daerah (DPD) saja.
"Saya ikut nyoblos sejak usia 17 tahun dan memang setiap kali ke TPS selalu ditemani keluarga, kalau dulu sama keluarga tapi sekarang sama istri. Tidak pernah memakai alat bantu atau petugas KPPS, tujuannya mengantisipasi adanya kecurangan saat menentukan pilihan," ungkap Suhamdani, Jumat (23/02/2024).
Diaku Suhamdani, memang penyandang disabilitas sebelum hari pencoblosan diberikan sosialosasi oleh pihak KPU dan diberikan cara penggunaan alat bantu pada saat melakukan pencoblosan akan tetapi, alat bantu itu belum efektif digunakan karena hanya bisa digunakan untuk dia kertas suara.
Sedangkan pada Pemilu serentak ada lima kertas suara yang harus dicoblos, sehingga para penyandang disabilitas lebih memilih tidak menggunakan alat bantu yang sudah disiapkan.
"Iya memang kami ada dikasih sosialisasi kemarin tentang penggunaan alat bantu pencoblosan, tapi kawan-kawan penyandang disabilitas lebih memilih didampingi keluarganya masing-masing," ujarnya.
"Kalau terkait Pemilu bagi kami penyandang disabilitas sudah bagus terutama dalam pelayanan petugas, tapi sebaiknya kedepan lebih efektifnya lagi pendampingan dilakukan oleh pihak keluarga saja demi menjaga hak suara penyandang disabilitas," tambah Suhamdani.
Suhamdani juga menyebutkan, dalam menentukan pilihan sesuai dengan pilihan dari hati sendiri, apalagi dirinya mengaku hobby mendengarkan isu-isu tentang calon pemimpin yang maju dalam Pemilu serentak 2024 dan tidak ada yang mempengaruhi atau mengajak memilih ke salah satu konstestan.
"Alhamdulillah pilihan sendiri tidak ada yang mempengaruhi dan istri ikut apa kata saya, jika pilih nomor sesuai dengan apa yang saya katakan ya ia coblos dan saya sangat bangga masih bisa menyalurkan hak suara saya pada pemilu kali ini," sebutnya.
Dirinya juga mengaku, tidak pernah dicurangi dalam pencoblosan sejak awal hingga sekarang karena hak suara yang ia salurkan sesuai dengan keinginan hati dan sebagai warga negara berhak menyalurkan suara demi kemajuan Bangsa.
"Sampai sekarang aman-aman saja, belum pernah dicurangi dan hak suara saya sebagai warga negara bisa tersalurkan pada Pemilu serentakak 2024 demi kemajuan Bangsa kedepannya nanti," ujar Suhamdani.
Herman Suhadi dan Iskandar Kemungkinan Tidak Dapat Kursi, Didit Srigusjaya : Mereka Kader Terbaik |
![]() |
---|
Dua Ketua Legislatif di Babel Kalah Suara, Pengamat Singgung Soal Janji Politik ke Masyarakat |
![]() |
---|
Dugaan Dinasti Politik Pada Fenomena Istri Mantan Kepala Daerah di Babel Dominasi Suara Pileg |
![]() |
---|
Dominasi Suara Empat Istri Mantan Kepala Daerah pada Pileg 2024 di Bangka Belitung |
![]() |
---|
Banyak Caleg Percaya Diri Dapat Kursi,KPU Babel Imbau Peserta Pemilu Tunggu Hasil Penghitungan Resmi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.