Bangka Belitung Memilih
Penyandang Disabilitas Lebih Memilih Didampingi Keluarga Dibandingkan Menggunakan Alat Bantu
terjadinya kecurangan atau salah guna saat melakukan pencoblosan dibilik suara
Penulis: Adi Saputra | Editor: nurhayati
Disinggung kenapa dirinya lebih memilih didampingi sang istri saat melakukan pencoblosan, dibandingkan menggunakan alat bantu dari KPU atau didampingi petugas TPS.
"Kalau dulu saya datang ke TPS didampingi keluarga tapi karena bersama istri, kenapa saya lebih memilih didampingi keluarga saat pencoblosan dibanding dengan petugas takut saya mau pilih calon A akan tetapi dipilih C. Nah, jadi saya takut mendingan saya didampingi keluarga dan tidak mengalami kesulitan saat ke bilik suar," ucapnya.
Hal yang sama dikatakan Suparianto penyandang disabilitas, dirinya menjelaskan pada saat pencoblosam lebih memilih didampingi sang istri demi kepercayaan hak suaranya bisa tersalurkan sesuai keinginan.
Meskipun sudah diberikan alat bantu oleh KPU untuk mencoblos dan sosialisasi sebelum pelaksanaan pencoblosan.
"Iya saya selalu sama istri kalau mau coblos ke TPS, kalau memakai alat bantu kan agak susah mana tulisan atau kolomnya kecil jadi susah mau pilih," kata Suparianto.
"Jadi mendingan saya minta bantu istri, khususnya hak suara yang saya pilih sesuai keinginan saya dan tidak terjadi kecurangan khususnya tidak mengalami kendala ketika datang hingga proses pencoblosan di bilik suara," sambunganya.
Lebih lanjut Suparinto pun menjelaskn, selama ini belum pernah ada TPS khusus bagi penyandang disabilitas dan TPS nya digabung dengan TPS umum dan hanya diberikan fasilitas alat bantu serta lebih didahulukan mencoblos dibanding dengan masyarakat umum.
"Belum pernah ke TPS khusus, terutama memang TPS khusus untuk disabilitas kan tidak ada tapi penyandang disabilitas lebih diutamakan kebilik suara dibandingkan dengan yang umum," jelas Suparianto.
Suhrian yang juga penyandang disabilitas asal Kabupaten Bangka, baru pertama kali memberikan hak suaranya pada Pemilu serentak 2024 dan ketika ke TPS didampingi oleh keluarga untuk menyalurkan hak suaranya sebagai warga negara.
"Kakak yang menemani ke TPS hingga ke bilik suara, iya baru pertama kali ini dan Alhamdulillah lancar pilihan sesuai hati nurani saya dan tidak ada yang menyuruh pilih calon tertentu," ucap Suhrian.
Apakah ada harapan atau aspirasi yang ingin disampaikan kepada calon pemimpin baru, Suhrian pun mengatakan perlu adanya kepedulian terhadap penyandang disabilitas terutama perhatian khusus agar penyandang disabilitas memiliki keterampilan.
"Semoga pemimpin atau anggota dewan terpilih nanti, bisa lebih peduli kepada kami (penyandang disabilitas) apalagi dengan kondisi kami seperti ini kan butuh perhatian khusus," ujarnya.
"Harapan kami minimal kami dipedulikan terus menerus, supaya kami bisa memiliki ketrampilan dan bisa bermanfaat bagi orang banyak," harapnya.
KPU Babel Sediakan Alat Bantu
Sementara dari KPU Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyediakan alat bantu bagi penyandang disabilitas dan tidak memiliki TPS khusus, bagi para penyandang disabilitas saat ingin melakukan pencoblosan.
Herman Suhadi dan Iskandar Kemungkinan Tidak Dapat Kursi, Didit Srigusjaya : Mereka Kader Terbaik |
![]() |
---|
Dua Ketua Legislatif di Babel Kalah Suara, Pengamat Singgung Soal Janji Politik ke Masyarakat |
![]() |
---|
Dugaan Dinasti Politik Pada Fenomena Istri Mantan Kepala Daerah di Babel Dominasi Suara Pileg |
![]() |
---|
Dominasi Suara Empat Istri Mantan Kepala Daerah pada Pileg 2024 di Bangka Belitung |
![]() |
---|
Banyak Caleg Percaya Diri Dapat Kursi,KPU Babel Imbau Peserta Pemilu Tunggu Hasil Penghitungan Resmi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.