Senin, 27 April 2026

Idul Fitri 2024

Kisah Baju Lebaran Cucu Nabi Muhammad SAW, Hasan dan Husain, Langsung Diantar Malaikat Ridwan

Pakaian bersih yang dipakai umat Islam saat lebaran Idul Fitri merupakan tanda dari manusia yang suci atau bersih dari dosa setelah berpuasa penuh...

Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Teddy Malaka
tribun
Kisah Baju Lebaran Cucu Nabi Muhammad SAW, Hasan dan Husain, Langsung Diantar Malaikat Ridwan 

"pembelian pakaian baru, serta berbagai bentuk hiburan yang menggembirakan,” tulis Snouck dalam surat yang termuat di buku tersebut.

Hurgronje juga mencatatkan dalam buku Islam di Hindia Belanda bahwa kebiasaan bertamu sambil memakai pakaian baru saat Idul Fitri mengingatkannya pada perayaan tahun baru di Eropa.

Ia juga menyebutkan bahwa kebiasaan ini terutama marak terjadi di Batavia.

Orang-orang Betawi juga mengeluarkan uang untuk membeli petasan dan makanan pada hari raya Idul Fitri.

Hingga kini, membeli baju baru pun masih menjadi tradisi masyarakat Indonesia menjelang hari raya Idul Fitri.

Meski merupakan tradisi, beli baju baru menjelang Lebaran bukanlah kewajiban ataupun ibadah, melainkan sebatas kebiasaan masyarakat yang sudah turun-temurun.

Kisah Baju Lebaran Cucu Nabi Muhammad SAW, Hasan dan Husain

Berikut ini adalah kisah Cucu Rasulullah SAW, Hasan dan Husein yang meminta ibundanya Fatimah untuk menghiasi mereka dengan baju baru saat lebaran.

Seperti disarikan dari ganaislamika, cucu Rasulullah SAW, Hasan dan Husein, tidak memiliki pakaian baru untuk lebaran, sedangkan hari raya sebentar lagi datang.

Riwayat yang memilukan ini dinarasikan oleh Ibnu Syahr Asyub dari Al-Ridha dan dinukil oleh Hakim al-Naisaburi dalam kitabnya al-Amali.

Mereka bertanya kepada ibunya, "Wahai Ibu, anak-anak di Madinah telah dihiasi dengan pakaian lebaran kecuali kami. Mengapa Ibu tidak menghiasi kami?"

Sayyidah Fatimah menjawab, "Baju kalian masih di tukang jahit."

Malam hari raya tiba, sementara pakaian baru belum juga terlihat, sehingga dua pemuka pemuda surga itu bertanya lagi kepada ibunya.

Sayyidah Fatimah menangis karena tidak memiliki uang untuk membeli baju buat kedua buah hatinya itu.

Tidak lama kemudian, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumahnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved