Kamis, 4 Juni 2026

Ramadhan 2024

Mutiara Ramadhan: Memelihara Kontinuitas Kesucian Iman dan Amal Ibadah Pasca Ramadhan

Menjelang akhir Ramadhan seharusnya kita mempergiatkan pendekatan diri kepada Allah dengan lebih rajin tilawah Al-Qur’an, bershodaqoh dan ibadah...

Tayang:
Istimewa
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Babel, Prof. Dr. Zayadi Hamzah, M.Ag. 

Bila dikaitkan ungkapan ini dengan kontek amal ibadah ramadhan memberi makna bahwa jika ramadhan sukses, maka 11 bulan pasca Ramadhan akan terjaga keitiqomahannya dalam beribadah dan terpelihara dari perbuatan yang dilarang Allah SWT. Dalam kaitan ini tanya diri kita apakah banyak berbuat salah, meyepelekan perintahNya dan tidak ada perasaan ketakutan terhadap perbuatan dosa mengalami peningkatan signifikan.

Sejauh mana keberadaan diri kita pada 11 bulan pasca ramadhan hanya diri kita yang boleh memaknainya. Ketika terjadi makna negative, maka amal kita tidak mampu menuntun kita dalam ketaatan atau tertolak.

Ali bin Abi Thalib ra. menyebutkan, "Hendaklah kalian lebih memperhatikan bagaimana agar amalan kalian diterima daripada hanya sekedar beramal." Beragam amalan yang telah digalakkan di bulan Ramadhan menandakan diterimanya puasa Ramadhan, karena apabila Allah menerima amal seorang hamba, pasti Allah akan menolongnya dalam meningkatkan perbuatan baik setelahnya.

Sebagaimana janji Allah dalam firmannya, yang artinya "Barang siapa yang memberikan hartanya di jalan Allah dan bertaqwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka akan kami mudahkan jalan menuju kebagiaan (Surat Al-Lail Ayat 5-7:) Ayat lain menjelaskan yang artinya "Sesungguhnya Allah hanya menerima (amalan) dari orang-orang yang bertakwa." (Al-Maidah: 27)." Ramadhan telah menyediakan fasiltas taqwa yang akan diakomudasi dalam rangkaian amal ibadah setelah Ramadhan.

Terlepas dari itu semua ajaran Islam menekankan pentingnya melanjutkan amal saleh dan perbuatan baik di luar bulan Ramadhan secara kontinuitas, karena ramadhan telah membentuk dan memperkokoh jiwa istiqomah dalam menjalankan ibadah dan kita menang dalam perjuangan ujian melawan hawa nafsu untuk mencapai derajat taqwa. Pasca Ramadhan bukan berarti kita bebas dari pengendalian hawa nafsu, justeru kita diuji sejauh mana kualitas iman kita di mata Tuhan. Setelah melalui ujian sebulan penuh di bulan penuh berkah yaitu Ramadhan.

Kontinuitas amal ibadah pasca Ramadhan dengan meningkatkan iman dalam bentuk amal ibadah sebagai target taqwa kepada Allah SWT yang dicapai pada bulan Ramadhan yang manifestasinya dalam kesholehan invidu (hablum Minallah) dan kesholehan sosial dengan memilihara persaudaraan dan kebersamaan. Mari istiqomah menjalankan ibadah pasca Ramadhan sebagai kemenangan ibadah yang kita jalani selama ramadhan. Wallahu A’lam Bissowab. (Bamgkapos.com/GogoPrayoga)

Sumber: bangkapos.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved