Senin, 18 Mei 2026

Profil Bupati Halmahera Utara Frans Manery yang Kejar Pendemo Pakai Parang, Terkuak Pemicunya

Peristiwa ini terjadi saat kelompok yang mengatasnamakan gerakan mahasiswa kristen (GMK) melakukan aksi demontrasi...

Tayang:
Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: M Zulkodri
Kolase Bangkapos.com / Tribun
Profil Bupati Halmahera Utara Frans Manery yang Kejar Pendemo Pakai Parang, Terkuak Pemicunya 

"Mereka membuang buang dan sebagian alat yang ada di meja keluar dari situ aksi demo dilanjutkan ke Hotel Marahi tapi ditegur pihak keamanan," sambungnya.

Saat itu Frans Manery mengira jika aksi demo tersebut sudah selesai.

Namun ketika mengikuti rapat pleno KPU bersama Forkompinda, dirinya mendapatkan telpon dari sang anak yang berada dirumah jika para pendemo tengah menuju kesana.

"Tiba-tiba sekitar jam 03.40 sore, anak saya telpon, anak saya dirumah di pantai Bowens menyatakan Pa mahasiswa melakukan aksi menuju ke rumah,"tuturnya

"Kebetulan di rumah itu ada acara makan, ibu tengah menjamu tamu yang kami undang ada penyanyi dan artis si Mongol, saya putuskan langsung keluar dari rapat pleno menuju kerumah," terangnya.

Sekitar 70 meter saat mendekati rumahnya, Frans Manery melihat massa aksi sudah meletakan mobil dan hendak berorasi untuk mengusir para tamu yang berada dirumah.

Tindakan tersebut dinilai Frans lantaran para pendemo tak setuju dengan kegiatan pertunjukan yang akan diadakan dalam menyambut hari ulang tahun (HUT) kabupaten Halmahera Utara.

"Saya datang dan tegur baik-baik, adik-adik sebaiknya pulang, karena ini sudah sore dan bukan tempatnya menyampaikan aspirasi, tapi mereka menantang saya." ungkapnya.

"Mereka bilang, ya keuangan daerah seperti ini kenapa harus buang-buang uang untuk membawa artis papan atas," ujarnya mengulangi ucapan para pendemo.

Mendengar jawaban itu, Frans Manery menjelaskan jika hal tersebut dilakukan sebagai bentuk hiburan dalam kaitan HUT Halmahera Utara tapi tak digubris pendemo.

"Mereka tetap mau melakukan orasi, sementara saya harus melindungi tamu kami, jadi tindakan yang saya ambil tadi sore itu sebenarnya bukan selaku bupati," jelasnya.

"Karena ini dikompleks perumahan saya dan tidak ada aparat kepolisian karena tidak ada yang menduga massa aksi akan kesitu," tuturnya.

Frans Manery sempat membujuk tiga empat kali untuk menyuruh bubar tapi pende,o tatak tidak mau.

"Kebetulan di mobil saya ada parang Salawaku yang rencana untuk Cakelel di acara HUT, saya usir pakai itu," jelasnya.

"Kalau dengan tangan kosongkan tidak mungkin mereka bisa kabur, ya saya kejar mau tidka mau saya harus kejar dengan parang untung mereka lari,"

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved